Daerah  

Update Jalan Kebon Pedes Bogor: Pembatas Baru, Ruas Mulai Diperlebar

Palang pembatas putih terpasang di proyek perbaikan Jalan Kebon Pedes, Kota Bogor, dengan pekerjaan pelebaran ruas jalan di area terdampak longsor.
Palang pembatas putih terpasang di proyek perbaikan Jalan Kebon Pedes, Kota Bogor, dengan pekerjaan pelebaran ruas jalan di area terdampak longsor. Dok: Istimewa

DINEWS.ID – Perbaikan jalan di kawasan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, menunjukkan perkembangan terbaru. Pada Senin (19 Oktober 2026), palang pembatas jalan berwarna putih telah terpasang di area pengerjaan, sementara proses pelebaran ruas jalan di titik terdampak longsor mulai dilakukan.

Perkembangan ini menjadi bagian dari penanganan tebing longsor yang dikerjakan di ruas Jalan Kebon Pedes. Di lokasi konstruksi, palang pembatas yang terpasang terlihat lebih lebar dibandingkan dengan pembatas sebelumnya.

Keberadaan pembatas tersebut menjadi bagian dari penataan area pengerjaan. Sementara itu, petugas di lapangan mulai mengisi bagian jalan yang masih kosong dengan material tanah, kemudian melakukan pemadatan untuk mendukung proses pelebaran ruas jalan.

Meski pekerjaan fisik menunjukkan perkembangan, pengguna jalan masih perlu memperhatikan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.

WhatsApp Image 2026 10 19 at 16.49.44

Mobil Masih Melintas Bergantian

Hingga Senin (19 Oktober 2026), pengaturan arus lalu lintas di kawasan Kebon Pedes masih menerapkan sistem buka-tutup.

Kendaraan roda empat atau mobil yang datang dari arah berlawanan harus melintas secara bergantian karena sebagian ruas jalan masih mengalami penyempitan akibat pekerjaan konstruksi.

Kondisi tersebut membuat pengendara perlu lebih berhati-hati ketika melewati area proyek. Pengguna jalan juga perlu menyesuaikan kecepatan dan mengikuti pengaturan arus lalu lintas agar perjalanan tetap aman.

Pelebaran jalan yang mulai dikerjakan menjadi salah satu perkembangan yang patut diperhatikan dalam proses penanganan longsor tersebut. Namun, pekerjaan yang masih berlangsung menunjukkan bahwa jalur di sekitar lokasi belum sepenuhnya kembali ke kondisi normal.

Karena itu, pengendara yang melintasi Jalan Kebon Pedes sebaiknya tetap mengantisipasi kemungkinan antrean, terutama ketika kendaraan dari kedua arah harus bergantian melewati jalur yang tersedia.

WhatsApp Image 2026 10 19 at 16.49.43 1

Anggaran Perbaikan Jalan Kebon Pedes Rp5,4 Miliar

Penanganan longsor di Jalan Kebon Pedes merupakan proyek Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR).

Proyek infrastruktur tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp5,4 miliar. Pekerjaannya mencakup penanganan tebing longsor dan perbaikan infrastruktur jalan yang terdampak.

Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I DBMPR Jawa Barat, Andi Nugroho, sebelumnya menjelaskan bahwa sejumlah struktur utama telah selesai dikerjakan.

Struktur tersebut meliputi pondasi, Dinding Penahan Tanah (DPT), serta bronjong yang berfungsi menahan gerusan air.

Penyelesaian struktur utama menjadi bagian penting dalam penanganan tebing longsor. Setelah itu, pekerjaan di lapangan berlanjut pada tahapan berikutnya, termasuk perkembangan pelebaran ruas jalan yang terlihat pada Senin (19 Oktober 2026).

Meski sejumlah bagian konstruksi telah selesai, proses pengerjaan secara keseluruhan masih berlangsung. Oleh sebab itu, kondisi lalu lintas di lokasi belum sepenuhnya kembali seperti sebelum terjadi longsor.

Ditargetkan Selesai Akhir Oktober 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan rangkaian perbaikan infrastruktur di Jalan Kebon Pedes dapat diselesaikan pada akhir Oktober 2026.

Target tersebut diharapkan dapat membuat akses transportasi masyarakat kembali berjalan normal dengan arus lalu lintas dua arah.

Namun, pelaksanaan pekerjaan masih menghadapi tantangan cuaca. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam penyelesaian proyek, terutama karena pekerjaan berlangsung di area tebing yang terdampak longsor.

Andi Nugroho sebelumnya menyampaikan harapan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.

“Sampai akhir bulan ini, mudah-mudahan bisa selesai. Pekerjaan ini juga kejar-kejaran dengan cuaca,” pungkas Andi.

Dengan target penyelesaian pada akhir Oktober 2026, perkembangan pekerjaan dalam beberapa hari ke depan menjadi penting untuk melihat kesiapan ruas jalan sebelum kembali digunakan secara normal.

Bagi masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan Kebon Pedes, selesainya proyek ini diharapkan dapat memulihkan kelancaran perjalanan. Untuk sementara, pengendara tetap perlu mengikuti pengaturan buka-tutup dan berhati-hati saat melewati area konstruksi.

Perkembangan berupa pemasangan palang pembatas baru dan dimulainya pelebaran ruas jalan menunjukkan adanya pekerjaan lanjutan di lapangan. Meski demikian, akses dua arah secara normal masih menunggu penyelesaian seluruh rangkaian perbaikan sesuai target yang telah disampaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *