Daerah  

Kunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 6, Dedie Rachim Ingatkan Siswa Jaga Fasilitas Asrama

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengunjungi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 di Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengunjungi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 di Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor, Sabtu, 17 Oktober 2026. Dok: Istimewa

DINEWS.ID — Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Kota Bogor yang untuk sementara beroperasi di area asrama kementerian di Jalan Ahmad Yani, Sabtu, 17 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, Dedie mengingatkan para siswa agar merawat fasilitas asrama dan ruang kelas sebagai bentuk kedisiplinan serta tanggung jawab bersama.

Dedie menjelaskan, kegiatan pembelajaran di Jalan Ahmad Yani merupakan bagian dari program rintisan untuk mematangkan kesiapan siswa, tenaga pengajar, dan pendamping sebelum sekolah dipindahkan ke lokasi permanen di kawasan Rancamaya.

Menurutnya, masa operasional sementara ini menjadi kesempatan bagi seluruh unsur sekolah untuk mempersiapkan diri sehingga proses perpindahan ke lokasi baru nantinya dapat berjalan lebih mudah.

WhatsApp Image 2026 10 17 at 17.32.56

“Begitu pembangunan di Rancamaya siap, tentunya tidak dimulai dari nol. Siswa lanjutan tinggal berpindah saja dari beberapa lokal yang sudah ada sekarang, termasuk guru dan pendamping. Semuanya tinggal menempati tempat baru yang lebih dekat ke sana,” ujar Dedie di lokasi peninjauan.

Dedie menilai keberadaan Sekolah Rakyat merupakan terobosan yang perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Program tersebut dinilai dapat memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus membantu membentuk karakter anak-anak dari keluarga sederhana melalui sistem pendidikan berasrama.

Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan bagi siswa yang belum terbiasa menjalani kehidupan di asrama. Menurutnya, lingkungan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan untuk membangun kemandirian dan mempersiapkan anak-anak menghadapi kehidupan sehari-hari.

“Saya melihat rata-rata siswa berasal dari keluarga sederhana yang secara teknis mungkin belum terbiasa menghadapi situasi kehidupan berasrama. Di sinilah mereka dididik dan dipersiapkan. Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyiapkan Sekolah Rakyat ini,” ungkapnya.

Saat berinteraksi dengan para siswa, Dedie secara khusus menitipkan pesan agar seluruh fasilitas yang tersedia dijaga bersama. Mulai dari kebersihan ruangan, kondisi kursi, hingga fasilitas sanitasi perlu diperhatikan agar tetap layak digunakan.

Ia menegaskan bahwa menjaga sarana dan prasarana bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan juga bagian dari pembentukan karakter siswa. Kebiasaan merawat barang bersama diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah.

“Fasilitas yang ada harus sama-sama dijaga dan dipelihara karena nanti akan dipakai lagi oleh adik-adik tingkat mereka. Jangan sampai anak-anak yang baru nanti menerima warisan berupa kursi yang rusak, ruangan yang kotor, atau WC yang berantakan. Jadi harus dipelihara bersama,” tegas Dedie.

Pesan tersebut menekankan bahwa fasilitas sekolah merupakan tanggung jawab bersama yang manfaatnya dapat dirasakan oleh siswa saat ini maupun angkatan berikutnya.

Melalui kunjungan tersebut, Dedie berharap proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 tidak hanya berfokus pada materi akademik, tetapi juga membangun kebiasaan disiplin, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan. Persiapan menuju lokasi permanen di Rancamaya pun diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan karakter siswa selama mengikuti pendidikan berasrama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *