Daerah  

Progres 70%, Jalan Kebon Pedes Bogor Ditargetkan Pulih Akhir Oktober

WhatsApp Image 2026 10 11 at 18.19.22 1
Progres perbaikan tebing longsor di Jalan Kebon Pedes. Dok: Istimewa

DINEWS.ID — Perbaikan tebing longsor di Jalan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, terus dikebut. Hingga Minggu, 11 Oktober 2026, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026.

Di tengah upaya percepatan tersebut, pengguna jalan masih harus bersabar menghadapi penyempitan jalur akibat aktivitas konstruksi. Kendaraan roda empat yang melintas di sekitar lokasi harus bergantian menggunakan jalan dengan sistem buka-tutup, sehingga berpotensi memicu kepadatan lalu lintas, terutama pada pagi dan sore hari.

WhatsApp Image 2026 10 11 at 18.19.27 1

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu sore, aktivitas perbaikan masih berlangsung. Alat berat dan material konstruksi terlihat memenuhi sebagian area pekerjaan, membuat ruang gerak kendaraan menjadi terbatas.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang setiap hari melintasi Jalan Kebon Pedes. Meski perjalanan belum sepenuhnya lancar, pengerjaan yang terus berjalan diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses jalan tersebut.

Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, menjelaskan bahwa pekerjaan saat ini telah memasuki tahap penyelesaian timbunan dan badan jalan.

“Kalau dilihat dari progres sekitar 70 persen, sekarang tinggal pekerjaan timbunan dan badan jalan. Pondasi sudah selesai, begitu juga DPT,” ujar Andi.

Pondasi dan Dinding Penahan Tanah Sudah Selesai

Capaian 70 persen menunjukkan bahwa sejumlah bagian penting dalam penanganan longsor telah diselesaikan. Pondasi dan dinding penahan tanah (DPT) dipastikan sudah rampung dikerjakan.

Tahap berikutnya difokuskan pada penimbunan dan pembentukan badan jalan. Setelah proses penimbunan selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pemasangan material agregat sebelum memasuki tahap penyelesaian badan jalan.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk mengembalikan kondisi ruas jalan setelah mengalami kerusakan akibat longsor.

Namun, penyelesaian konstruksi tidak hanya bergantung pada pekerjaan fisik. Kondisi cuaca juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan agar tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

Andi mengatakan, tingginya curah hujan di Kota Bogor menjadi salah satu tantangan dalam mengejar target penyelesaian proyek.

“Sampai akhir bulan ini, mudah-mudahan bisa selesai. Pekerjaan ini juga kejar-kejaran dengan cuaca,” ungkapnya.

Target akhir Oktober 2026 diharapkan dapat tercapai sehingga masyarakat bisa kembali menggunakan ruas Jalan Kebon Pedes dengan lebih nyaman. Meski demikian, penyelesaian tetap bergantung pada perkembangan pekerjaan di lapangan dan kondisi cuaca selama proses konstruksi.

Buka-Tutup Kendaraan Berpotensi Picu Kemacetan

Selama pengerjaan berlangsung, penyempitan jalan membuat kendaraan roda empat harus melintas secara bergantian. Sistem buka-tutup diterapkan karena sebagian ruang jalan digunakan untuk aktivitas konstruksi.

Situasi tersebut berpotensi menimbulkan antrean kendaraan, terutama ketika volume lalu lintas meningkat pada jam berangkat dan pulang kerja.

Pengguna jalan yang melintasi kawasan ini perlu memperhitungkan waktu perjalanan, khususnya jika memiliki aktivitas yang terikat jadwal. Pengendara juga perlu memperhatikan kondisi di sekitar lokasi pekerjaan dan mengikuti arahan petugas apabila terdapat pengaturan arus lalu lintas.

Kepadatan yang muncul selama proyek berlangsung merupakan konsekuensi dari pekerjaan yang masih membutuhkan ruang di badan jalan. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap berhati-hati ketika melintasi area konstruksi.

Bagi pemerintah, penyelesaian proyek sesuai target menjadi penting agar dampak pekerjaan terhadap mobilitas warga tidak berlangsung lebih lama dari yang direncanakan.

Meski demikian, belum ada kepastian bahwa arus lalu lintas akan langsung kembali normal pada hari tertentu. Kondisi tersebut perlu menyesuaikan penyelesaian pekerjaan dan pengaturan lalu lintas di lapangan.

Bronjong Dipasang untuk Melindungi Dinding Penahan

Selain memperbaiki bagian jalan yang terdampak longsor, proyek ini juga mencakup penanganan aliran air di sekitar lokasi.

Pemprov Jawa Barat telah memasang bronjong di bagian bawah dinding penahan tanah. Pemasangan tersebut ditujukan untuk melindungi konstruksi dari gerusan aliran air yang dapat memengaruhi kestabilan struktur.

“Kemarin kami juga sudah memasang bronjong di bagian bawah DPT. Tujuannya agar air tidak langsung mengenai DPT,” jelas Andi.

Bronjong merupakan susunan batu yang ditempatkan dalam wadah kawat untuk membantu melindungi area tertentu dari erosi dan gerusan air. Dalam proyek ini, pemasangannya menjadi salah satu upaya untuk mengurangi dampak aliran air terhadap bagian bawah dinding penahan tanah.

Penanganan air menjadi aspek penting dalam pekerjaan infrastruktur, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi. Aliran air yang tidak tertangani dengan baik dapat menggerus tanah dan memengaruhi kondisi konstruksi di sekitarnya.

Karena itu, penyelesaian badan jalan perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga konstruksi agar tetap terlindungi dari faktor lingkungan yang berpotensi menimbulkan kerusakan.

Proyek Rp5,4 Miliar Ditargetkan Rampung dalam 150 Hari

Perbaikan longsor di Jalan Kebon Pedes ini menelan anggaran sekitar Rp5,4 miliar dengan rencana masa pengerjaan selama 150 hari kalender.

Pemprov Jawa Barat terus berupaya memaksimalkan pekerjaan agar penanganan longsor dapat diselesaikan sesuai target. Fokus pengerjaan saat ini berada pada penyelesaian timbunan, pemasangan agregat, dan pembentukan badan jalan setelah pondasi serta dinding penahan tanah rampung.

Target akhir Oktober menjadi harapan bagi masyarakat yang terdampak pengaturan lalu lintas selama proyek berlangsung.

Namun, tingginya curah hujan masih menjadi tantangan yang perlu diantisipasi. Kondisi cuaca dapat memengaruhi kelancaran pekerjaan, terutama pada tahapan konstruksi yang berkaitan dengan tanah dan badan jalan.

Masyarakat di sekitar lokasi maupun pengguna jalan diimbau tetap memperhatikan kondisi lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.

Dengan progres yang telah mencapai sekitar 70 persen, penyelesaian proyek kini memasuki tahapan penting. Jika seluruh pekerjaan dapat dituntaskan sesuai rencana, akses Jalan Kebon Pedes diharapkan kembali mendukung mobilitas warga secara lebih lancar.

Untuk sementara, pengendara tetap perlu bersabar menghadapi sistem buka-tutup kendaraan. Percepatan pekerjaan dan penyelesaian konstruksi menjadi langkah yang dinantikan agar aktivitas masyarakat di kawasan Tanah Sareal dapat kembali berjalan lebih nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *