DINEWS.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkolaborasi membangun gedung SMAN 11 Bogor di kawasan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal. Pembangunan sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan sekolah menengah atas negeri sekaligus memperhatikan pemerataan sebaran fasilitas pendidikan di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menjelaskan, pembangunan SMAN 11 Bogor berawal dari inisiatif pemerintah kota yang melihat kebutuhan terhadap jumlah dan persebaran sekolah tingkat sekolah menengah atas (SMA).
Hal tersebut disampaikan Dedie seusai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor pada Selasa 6 Oktober 2026.
“Ini diinisiasi oleh Pemerintah Kota Bogor, mengingat kebutuhan rasio sebaran dan jumlah sekolah tingkat SLTA,” ungkap Dedie.
Menurutnya, penentuan lokasi pembangunan dilakukan setelah pemerintah memetakan aset yang tersedia. Kawasan Kayumanis dinilai strategis karena terdapat lahan milik Pemprov Jabar yang berbatasan langsung dengan aset milik Pemkot Bogor.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi kedua pemerintah untuk bekerja sama dalam penyediaan fasilitas pendidikan dan pendukungnya.
“Setelah kita petakan, ternyata di Kayumanis itu ada lahan milik Pemerintah Provinsi yang berdampingan dengan Pemerintah Kota Bogor. Jadi nanti Pemkot akan membangun sarana olahraganya, kemudian Pemprov akan membangun sarana untuk pendidikannya,” jelas Dedie.
Melalui pembagian peran tersebut, pembangunan sekolah diharapkan dapat berjalan dengan memanfaatkan aset yang tersedia tanpa harus mengandalkan satu pihak untuk memenuhi seluruh kebutuhan fasilitas.
Pemprov Bangun Gedung, Pemkot Siapkan Sarana Olahraga
Kolaborasi antara Pemprov Jabar dan Pemkot Bogor menjadi unsur penting dalam pembangunan SMAN 11 Bogor. Kedua pemerintah memiliki peran berbeda sesuai kesepakatan yang disampaikan Wali Kota Bogor.
Pemprov Jabar akan membangun sarana pendidikan, sedangkan Pemkot Bogor bertanggung jawab membangun sarana olahraga.
Pembagian tanggung jawab tersebut memanfaatkan keberadaan lahan kedua pemerintah yang berdampingan di Kayumanis. Dengan begitu, pengembangan fasilitas sekolah dan sarana olahraga dapat direncanakan secara terintegrasi.
Bagi pemerintah daerah, penyediaan sekolah negeri tidak hanya berkaitan dengan pembangunan gedung. Ketersediaan ruang belajar, fasilitas pendukung, dan kesiapan operasional juga menjadi bagian penting agar sekolah dapat melayani peserta didik secara optimal.
Meski demikian, rincian mengenai luas lahan, nilai anggaran, tahapan konstruksi, dan jadwal penyelesaian fisik gedung belum dijelaskan dalam keterangan yang disampaikan Dedie pada kesempatan tersebut.
Karena itu, perkembangan pembangunan perlu terus dipantau hingga seluruh fasilitas yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar tersedia.
Sekitar 100 Siswa Sudah Mulai Belajar
Walaupun gedung baru di Kayumanis masih dalam tahap pembangunan, kegiatan belajar mengajar SMAN 11 Bogor telah berjalan. Sekitar 100 siswa angkatan pertama untuk sementara mengikuti pembelajaran dengan menumpang di gedung SMAN 2 Bogor.
” Saat ini sudah ada kurang lebih 100 siswa yang dititipkan di SMA Negeri 2 Bogor. Jadi sudah ada untuk rombongan belajar yang pertama,” papar Dedie.
Keberadaan siswa angkatan pertama menunjukkan bahwa operasional sekolah telah dimulai sebelum pembangunan gedung permanen selesai.
Untuk sementara, penggunaan fasilitas SMAN 2 Bogor menjadi solusi agar kegiatan pendidikan dapat berlangsung sambil menunggu kesiapan gedung baru.
Skema tersebut juga memungkinkan sekolah mulai membentuk angkatan pertama tanpa harus menunggu seluruh fasilitas di lokasi Kayumanis rampung.
Namun, pelaksanaan pembelajaran di gedung sekolah lain tetap perlu didukung pengaturan ruang belajar dan kegiatan akademik yang memadai agar proses pendidikan berjalan dengan baik.
Gedung Baru Ditargetkan Beroperasi pada 2027
Pemkot Bogor menargetkan gedung baru SMAN 11 Bogor dapat digunakan secara mandiri pada 2027. Pada tahun tersebut, sekolah juga direncanakan membuka penerimaan siswa baru untuk angkatan berikutnya.
Dengan skema ini, siswa angkatan pertama yang saat ini menempuh pendidikan di SMAN 2 Bogor diharapkan sudah naik ke kelas dua ketika menempati gedung baru di Kayumanis.
” Tinggal di tahun 2027 nanti rombongan belajar tahun ajaran 2027 sudah bisa direkrut. Jadi sudah tidak tiba-tiba hanya satu kelas atau dua kelas saja. Kelas pertama sudah naik ke kelas dua, sementara rekrutmen kelas pertama tinggal dilaksanakan pada tahun 2027,” pungkas Dedie.
Rencana tersebut menggambarkan pola pengembangan sekolah secara bertahap. Pada tahap awal, kegiatan belajar mengajar telah dimulai dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Selanjutnya, penambahan peserta didik direncanakan seiring dengan kesiapan gedung baru.
Meski demikian, target penggunaan gedung pada 2027 tetap bergantung pada penyelesaian pembangunan dan kesiapan fasilitas pendukung. Kepastian mengenai tanggal operasional, jumlah rombongan belajar, dan daya tampung sekolah perlu mengikuti informasi resmi dari pihak terkait.
Pemerataan Akses Pendidikan Menjadi Perhatian
Pembangunan SMAN 11 Bogor di Kayumanis berangkat dari kebutuhan terhadap jumlah dan persebaran sekolah tingkat SMA di Kota Bogor. Penambahan fasilitas pendidikan negeri diharapkan dapat memperkuat layanan pendidikan bagi masyarakat.
Akan tetapi, dampak pembangunan terhadap pemerataan akses pendidikan perlu dilihat dari kesiapan sekolah menerima siswa, kapasitas ruang belajar, ketersediaan tenaga pendidik, dan kelengkapan fasilitasnya.
Kolaborasi pemerintah provinsi dan pemerintah kota juga menjadi contoh pemanfaatan aset lintas pemerintahan untuk memenuhi kebutuhan layanan publik. Dalam proyek ini, Pemprov Jabar dan Pemkot Bogor berbagi peran dalam penyediaan fasilitas pendidikan serta sarana olahraga.
Dengan pembangunan yang ditargetkan berlanjut hingga 2027, perhatian berikutnya tertuju pada penyelesaian gedung, kesiapan operasional, dan penerimaan siswa angkatan selanjutnya.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, SMAN 11 Bogor di Kayumanis akan memiliki gedung sendiri untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Kehadirannya diharapkan dapat menambah pilihan layanan pendidikan menengah negeri bagi masyarakat Kota Bogor.













