DINEWS.ID — Dua bencana di Bogor terjadi dengan penyebab yang berkaitan dengan kondisi material yang sudah lapuk. Peristiwa tersebut meliputi pohon lengkeng tumbang hingga menimpa warung warga di Bogor Utara dan tembok rumah ambruk di wilayah Tanah Sareal.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menangani kedua kejadian tersebut pada Kamis, 8 Oktober 2026. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD diterjunkan untuk melakukan penanganan pohon tumbang sekaligus kaji cepat terhadap rumah warga yang terdampak tembok ambruk.
Pohon Lapuk Timpa Warung di Pandu Raya
Peristiwa pertama terjadi di Jalan Pandu Raya, RW 16, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara.
Sebuah pohon lengkeng dengan ketinggian sekitar 5 meter dan diameter 50 sentimeter tumbang sekitar pukul 03.00 WIB. Pohon tersebut jatuh dan menimpa bangunan warung milik Bapak Hubairi.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan bahwa kondisi pohon yang sudah lapuk menjadi penyebab kejadian tersebut.
“Penyebab kejadian ini dikarenakan kondisi pohon lengkeng tersebut memang sudah lapuk. Pohon setinggi 5 meter dengan diameter 50 sentimeter itu tumbang dan jatuh tepat menimpa bangunan warung di bawahnya,” ujar Dimas.
Meski terjadi pada dini hari, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Setelah menerima laporan dari warga melalui media sosial pada pukul 08.30 WIB, BPBD Kota Bogor menerjunkan TRC ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan pemotongan batang pohon.
Petugas juga berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW setempat dalam proses penanganan.
Evakuasi material pohon di lokasi tersebut telah selesai pada pukul 09.30 WIB. Setelah penanganan selesai, akses dan kondisi di sekitar lokasi kembali normal.
BPBD juga memastikan tidak ada kebutuhan logistik yang sifatnya mendesak bagi warga terdampak.
Tembok Rumah Ambruk di Tanah Sareal
Peristiwa kedua terjadi di Gang Masjid, RT 02/RW 03, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal.
Tembok bagian samping luar rumah milik Bapak Madnur ambruk akibat kondisi material bangunan yang sudah lapuk termakan waktu.
Berbeda dengan pohon tumbang di Pandu Raya yang terjadi pada Kamis dini hari, peristiwa tembok ambruk di Kencana sebenarnya telah terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026 sekitar pukul 08.00 WIB.
Namun, kejadian tersebut baru dilaporkan warga kepada BPBD Kota Bogor melalui media sosial pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Setelah laporan diterima sekitar pukul 11.00 WIB, TRC BPBD Kota Bogor diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat atau assessment dan pendataan.
Dari hasil asesmen, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Rumah terdampak diketahui dihuni oleh tiga Kepala Keluarga (KK) dengan total delapan jiwa. Penghuninya terdiri dari empat orang laki-laki dan empat orang perempuan.
BPBD Selesaikan Asesmen, BSTT Dibutuhkan
Dalam penanganan kejadian di Kencana, personel TRC BPBD Kota Bogor berkoordinasi dengan aparatur Kelurahan Kencana serta pengurus RT dan RW setempat.
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut terhadap kondisi keluarga yang terdampak.
Dimas mengatakan proses asesmen di lokasi telah selesai dilakukan. Berdasarkan hasil pendataan, kebutuhan yang sangat mendesak bagi keluarga terdampak berkaitan dengan perbaikan rumah.
“Sementara untuk penanganan di Kencana yang dihuni oleh 3 Kepala Keluarga (KK) dengan total 8 jiwa, petugas kami juga sudah selesai melakukan asesmen. Kebutuhan yang sangat mendesak bagi keluarga terdampak saat ini adalah Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT) untuk perbaikan rumah,” pungkas Dimas.
Dua kejadian tersebut sama-sama tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Untuk kejadian pohon tumbang di Pandu Raya, material telah selesai dievakuasi dan kondisi lokasi kembali normal. Sementara di Kencana, asesmen telah diselesaikan dan kebutuhan BSTT untuk perbaikan rumah menjadi perhatian bagi keluarga terdampak.













