DINEWS.ID — Aksi penjambretan terhadap seorang pelajar perempuan di Kota Bogor terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial. Korban yang masih berusia 16 tahun terjatuh ke jalan setelah ponsel yang dipegangnya dirampas pengendara sepeda motor.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Keranji Ujung, RT 04/RW 03, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Selasa, 6 Oktober 2026, sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, korban tengah berjalan kaki menuju sekolah.
Kepolisian membenarkan kejadian tersebut. Hingga Minggu, 11 Oktober 2026, jajaran Polsek Tanah Sareal bersama Satreskrim Polresta Bogor Kota masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan menangkap pelaku.
Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Imam, mengatakan korban merupakan pelajar kelas X SMAN 2 Kota Bogor berinisial NK, berusia 16 tahun.
“Benar, telah terjadi pencurian perampasan ponsel. Kejadiannya pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, tepatnya di depan Sekolah Kreativa Sukaresmi,” ujar Ipda Imam, Minggu, 11 Oktober 2026.
Ponsel Dirampas Saat Korban Berangkat Sekolah
Pagi yang seharusnya menjadi awal aktivitas belajar berubah menjadi pengalaman menegangkan bagi NK. Ketika berjalan menuju sekolah, seorang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba mendekatinya.
Pelaku kemudian memepet korban dan langsung merampas ponsel yang sedang dipegangnya. Tarikan paksa tersebut membuat korban kehilangan keseimbangan hingga tersungkur ke jalan.
Akibat kejadian itu, NK mengalami luka lecet pada kedua lututnya. Selain kehilangan ponsel, korban juga harus mendapatkan penanganan medis akibat terjatuh saat mempertahankan barang miliknya.
“Pelaku langsung melakukan penjambretan yang membuat korban terjatuh. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lecet pada bagian kedua lutut kakinya,” terang Ipda Imam.
Setelah kejadian, korban dibawa ke Puskesmas Kecamatan Tanah Sareal untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan luka.
Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa kejahatan jalanan dapat terjadi ketika warga sedang menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk saat berangkat sekolah pada pagi hari.
Keluarga Korban Lapor Polisi, CCTV Diperiksa
Setelah mendapatkan penanganan medis, NK bersama keluarganya melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke Polsek Tanah Sareal.
Menindaklanjuti laporan itu, jajaran kepolisian bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP). Petugas yang terlibat meliputi Piket Pawas, Unit Reskrim, dan Bhabinkamtibmas Polsek Tanah Sareal.
Pengecekan dilakukan pada pukul 08.30 WIB pada hari kejadian. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk menelusuri pergerakan pelaku dan mengumpulkan petunjuk yang dapat membantu proses penyelidikan.
Selain memeriksa rekaman kamera pengawas, petugas meminta keterangan dari korban dan sejumlah saksi yang mengetahui atau berada di sekitar lokasi kejadian.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengungkap rangkaian peristiwa, termasuk mengidentifikasi pelaku yang merampas ponsel korban.
Rekaman CCTV menjadi salah satu petunjuk yang diperiksa polisi. Namun, identitas pelaku belum diumumkan secara resmi sehingga belum dapat dipastikan siapa orang yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Polisi Masih Memburu Pelaku Penjambretan
Polresta Bogor Kota melalui Polsek Tanah Sareal masih melanjutkan penyelidikan atas kasus penjambretan tersebut.
Polisi berkoordinasi dengan tim operasional Satreskrim Polresta Bogor Kota untuk menelusuri keberadaan pelaku dan melakukan upaya penangkapan.
“Langkah-langkah kepolisian sudah kami lakukan, di antaranya mengecek langsung TKP, memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, serta meminta keterangan dari saksi korban dan saksi-saksi lain di lapangan,” tegas Ipda Imam.
Hingga Minggu, 11 Oktober 2026, belum ada keterangan resmi mengenai penangkapan tersangka. Polisi masih mengumpulkan informasi dan menindaklanjuti petunjuk yang ditemukan selama penyelidikan.
Masyarakat diimbau tetap berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah, terutama pada pagi hari saat kondisi jalan belum ramai. Warga juga dapat membantu proses penegakan hukum dengan menyampaikan informasi yang relevan kepada kepolisian apabila mengetahui hal yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Kasus ini kini menjadi perhatian setelah rekaman CCTV-nya beredar di media sosial. Publik diharapkan tidak menyebarkan identitas pribadi korban secara berlebihan maupun menuduh seseorang sebagai pelaku tanpa konfirmasi resmi.
Polisi masih bekerja untuk mengungkap kasus penjambretan di Tanah Sareal tersebut dan membawa pelaku ke proses hukum.














Respon (1)