DINEWS.ID – Wisuda bukanlah garis akhir perjalanan akademik. Bagi 119 lulusan Universitas Nusa Bangsa (UNB) Bogor, momen kelulusan justru menjadi awal untuk membuktikan kemampuan, menciptakan inovasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-34 UNB yang digelar di Auditorium UNB, Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Sabtu (17 Oktober 2026). Dalam kesempatan itu, para lulusan diingatkan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik.
Rektor UNB, Prof. Budi Mulyanto, menyampaikan bahwa dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat membutuhkan lebih dari sekadar ijazah. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan perlu diterapkan dengan menjunjung tinggi kejujuran dan integritas.
Budi merinci, sebanyak 119 wisudawan yang dilepas terdiri atas lima lulusan program magister dan 114 lulusan program sarjana. Dengan tambahan tersebut, jumlah alumni UNB kini mencapai 3.881 orang.
Menurut Budi, gelar akademik seharusnya menjadi bekal untuk menghadapi tantangan kehidupan sekaligus mendorong lulusan berkontribusi melalui pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari.
“Jangan berhenti setelah kita memperoleh gelar. Terapkanlah ilmu yang saudara-saudari peroleh dalam kehidupan nyata dengan menjunjung tinggi kejujuran dan integritas,” ujar Budi.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik. Kemampuan menggunakan ilmu untuk menjawab kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian penting dari perjalanan seorang lulusan.
Jangan Takut Gagal Saat Menciptakan Inovasi
Selain menekankan integritas, Budi mengajak para wisudawan agar berani menghadapi kegagalan ketika berusaha menciptakan sesuatu yang bermanfaat.
Menurut dia, inovasi dapat tumbuh ketika seseorang mampu melihat persoalan sebagai peluang dan keterbatasan sebagai ruang untuk mencari solusi. Sikap tersebut diperlukan agar lulusan tidak hanya menjadi pencari peluang, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan yang berguna bagi lingkungan sekitarnya.
“Jangan takut gagal ketika sedang berusaha menciptakan sesuatu yang bermanfaat,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa tinggi posisi yang berhasil diraih, tetapi juga oleh manfaat yang diberikan kepada orang lain.
Pesan itu menjadi pengingat bagi para lulusan bahwa perjalanan setelah wisuda akan menghadirkan tantangan yang berbeda. Dunia kerja, kegiatan usaha, maupun pengabdian kepada masyarakat menuntut kemampuan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan.
Dalam situasi tersebut, keberanian mencoba hal baru perlu berjalan bersama integritas dan tanggung jawab. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat digunakan untuk menghasilkan kontribusi yang lebih luas.
Tiga Pesan Yayasan untuk Alumni Baru
Pesan serupa disampaikan Ketua Yayasan PKMK Nusantara, Doddy Imron Cholid, yang menaungi UNB. Ia menitipkan tiga pesan utama kepada para lulusan, yakni berkarya, berinovasi, dan membangun masa depan.
Doddy mengingatkan agar para alumni tidak terus menunggu kondisi yang dianggap sempurna sebelum memulai langkah. Menurut dia, masa depan perlu dibangun melalui tindakan nyata, bukan sekadar rencana.
Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, lulusan juga dituntut mampu beradaptasi. Kemampuan mengikuti perubahan menjadi modal penting agar mereka dapat mengambil peran dalam perkembangan zaman.
“Masa depan itu tidak ada yang sendiri, masa depan harus dibangun. Bangunlah dengan integritas, etika, dan kerja keras,” tegas Doddy.
Pesan tersebut menempatkan integritas, etika, dan kerja keras sebagai landasan dalam membangun masa depan. Sementara itu, berkarya dan berinovasi menjadi langkah yang dapat ditempuh lulusan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menjawab kebutuhan di sekitarnya.
Bagi alumni yang baru memasuki dunia profesional, pesan itu juga menjadi dorongan untuk tidak menjadikan kelulusan sebagai alasan berhenti mengembangkan diri.
Kampus dan Koperasi Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
Wisuda ke-34 UNB turut menjadi ruang untuk menyoroti hubungan antara perguruan tinggi dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Sekretaris Kementerian Koperasi RI, Ahmad Zabadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat penelitian sekaligus inkubator pengembangan model bisnis berbasis masyarakat.
Menurut Ahmad, perguruan tinggi memiliki ruang untuk mendorong pengembangan pengetahuan dan gagasan yang dapat diterapkan dalam kegiatan ekonomi. Peran tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun model usaha yang melibatkan masyarakat.
Ia juga menyoroti keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu instrumen untuk memperluas kegiatan ekonomi warga dan membangun titik pertumbuhan baru di tingkat desa.
“Melalui koperasi, masyarakat diharapkan memperoleh peluang lebih besar untuk terlibat dalam kegiatan produksi dan distribusi, termasuk menjadi pemasok kebutuhan program pemerintah,” jelas Ahmad.
Pernyataan tersebut menempatkan koperasi sebagai salah satu jalur partisipasi ekonomi masyarakat, terutama melalui kegiatan produksi dan distribusi. Dalam konteks ini, kolaborasi antara dunia akademik dan gerakan koperasi dinilai memiliki ruang untuk dikembangkan.
Ahmad juga mengajak para wisudawan agar optimistis menghadapi masa depan. Ia menyampaikan bahwa berbagai program pembangunan nasional terus membuka peluang kolaborasi ekonomi bagi kalangan akademisi, wirausahawan, dan penggerak koperasi di daerah.
Wisuda Menjadi Awal Pengabdian
Pelepasan 119 lulusan UNB Bogor membawa pesan bahwa pendidikan tinggi tidak berhenti pada pencapaian gelar. Pengetahuan yang diperoleh perlu diterjemahkan menjadi karya, gagasan, dan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.
Dorongan rektor untuk menjaga integritas dan berani berinovasi, pesan yayasan agar alumni segera berkarya, serta penekanan Kementerian Koperasi terhadap kolaborasi ekonomi memberikan perspektif mengenai peran lulusan setelah meninggalkan kampus.
Bagi 119 wisudawan tersebut, perjalanan berikutnya menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan menentukan bentuk kontribusi sesuai bidang masing-masing.
Dengan total alumni yang kini mencapai 3.881 orang, UNB kembali melepas lulusan yang diharapkan mampu menerapkan ilmu dalam kehidupan nyata, beradaptasi dengan perubahan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.













