DINEWS.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor mencatat 543 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan dua tahun sebelumnya, ketika angka kebakaran tercatat sebanyak 350 kejadian pada 2024 dan 297 kejadian pada 2025.
Kasi Pengendalian Operasi Pemadam Kebakaran Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Rico Wibisono, mengungkapkan bahwa peningkatan kejadian mulai terlihat sejak pertengahan 2026. Angka kebakaran kemudian mencapai puncaknya pada September dengan 140 kejadian.
“Kebakaran pada 2024 mencapai 350 kejadian, pada 2025 mencapai 297 kejadian, dan pada 2026 dari Januari sampai Oktober sudah mencapai 543 kejadian,” ungkap Rico Wibisono, Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan data operasional Damkar Kabupaten Bogor, jumlah kejadian kebakaran sepanjang 2026 mengalami fluktuasi setiap bulan. Pada Januari tercatat 16 kejadian, Februari 17 kejadian, Maret 31 kejadian, April 12 kejadian, dan Mei 19 kejadian.
Memasuki Juni, jumlahnya meningkat menjadi 42 kejadian. Kenaikan semakin terlihat pada Juli dengan 99 kejadian, disusul Agustus sebanyak 94 kejadian. Puncak kejadian terjadi pada September dengan 140 kasus, sebelum turun menjadi 73 kejadian pada Oktober.
Lonjakan tersebut membuat total kebakaran selama sepuluh bulan pertama 2026 mencapai 543 kejadian, jauh melampaui catatan sepanjang 2024 maupun 2025.
Kemarau dan Kelalaian Manusia Jadi Pemicu
Rico menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan kebakaran adalah cuaca panas selama musim kemarau yang melanda Kabupaten Bogor sejak Juli 2026. Kondisi lahan yang mengering membuat area terbuka lebih mudah terbakar ketika terkena sumber api.
Selain faktor cuaca, kelalaian manusia juga menjadi penyebab utama sejumlah kejadian kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan kosong.
Aktivitas membakar sampah sembarangan di lahan terbuka saat cuaca panas serta membuang puntung rokok tanpa memastikan api benar-benar padam disebut menjadi pemicu kebakaran yang perlu diwaspadai masyarakat.
“Penyebabnya karena cuaca panas selama beberapa bulan musim kemarau yang mengakibatkan kebakaran lahan terbuka. Selain itu, faktor kelalaian seperti membakar sampah sembarangan di lahan terbuka saat musim panas dan membuang puntung rokok sembarangan juga menjadi pemicu utama,” terangnya.
Tidak Ada Korban Jiwa, Edukasi Pencegahan Terus Digencarkan
Meski menangani ratusan kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Bogor yang mencakup 40 kecamatan, Rico memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian peristiwa kebakaran sepanjang Januari hingga Oktober 2026.
Untuk menekan risiko kebakaran, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bogor terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan melalui para Dansek dan Wadansek di setiap sektor hingga menjangkau wilayah kecamatan dan desa.
Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah penanganan tabung gas untuk mencegah kebocoran maupun kebakaran di lingkungan rumah tangga.
“Edukasi ke masyarakat terus dilakukan oleh para Dansek dan Wadansek di tiap sektornya, termasuk edukasi penanganan tabung gas yang kerap menjadi pemicu kebakaran rumah tangga,” pungkas Rico.









