DINEWS.ID — Nama Alwi Farhan kembali menjadi sorotan setelah mengalahkan seniornya, Jonatan Christie, dalam babak 16 besar Denmark Open 2026. Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia itu menang dua gim langsung dengan skor 21-14 dan 21-9 pada Kamis, 15 Oktober 2026. Hasil tersebut menjadi salah satu catatan terbaru dalam perjalanan karier atlet muda yang terus menunjukkan perkembangan di level internasional.
Kemenangan atas Jonatan bukan satu-satunya alasan nama Alwi menarik perhatian. Atlet kelahiran Surakarta, 12 Mei 2005, itu pernah mencatat sejarah sebagai tunggal putra Indonesia pertama yang menjadi juara dunia junior. Kini, setelah melewati persaingan di berbagai turnamen senior dan meraih medali Asian Games 2026, Alwi semakin memperlihatkan kemampuannya menghadapi pemain-pemain papan atas.

Perjalanannya menjadi pengingat bahwa prestasi besar tidak muncul dalam semalam. Ada proses pembinaan, pengalaman bertanding, serta kesempatan untuk belajar dari kemenangan maupun kekalahan yang membentuk seorang atlet.
Profil Alwi Farhan, Pebulu Tangkis Asal Surakarta
Mengutip profil resmi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Alwi Farhan Alhasny lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 12 Mei 2005. Ia bermain dengan tangan kanan dan tercatat memiliki tinggi badan 172 sentimeter.
Alwi mulai mengenal bulu tangkis pada usia sembilan tahun. Sebelum menjadi bagian dari skuad utama tunggal putra Indonesia, ia menjalani pembinaan di klub Panorama Solo, kemudian bernaung di Exist Badminton Club.
Perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari prosesnya sebelum masuk ke Pelatnas PBSI pada 2021. Di lingkungan pembinaan nasional, Alwi mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan mengukur kualitas permainannya melalui latihan serta kompetisi yang lebih kompetitif.
Dalam profil PBSI, Alwi juga menyebut sang ayah, Muhammad Anis, sebagai sosok yang paling berjasa dalam karier bulu tangkisnya. Dukungan keluarga menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjangnya hingga mencapai panggung internasional.
Juara Dunia Junior yang Mencatat Sejarah
Salah satu tonggak terpenting dalam karier Alwi terjadi pada Oktober 2023. Saat itu, ia tampil di ajang BWF World Junior Championships 2023 di Spokane, Washington, Amerika Serikat.
Alwi berhasil keluar sebagai juara tunggal putra setelah mengalahkan wakil China, Hu Zhe An, dalam pertandingan final yang berlangsung selama 65 menit. Ia menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-19, 19-21, 21-14.
Menurut laporan resmi PBSI, kemenangan tersebut membuat Alwi menjadi tunggal putra Indonesia pertama yang meraih gelar juara dunia junior sejak kejuaraan itu mulai digelar pada 1992.
Jalan menuju gelar tersebut tidak sepenuhnya mudah. Alwi sempat tertinggal cukup jauh pada gim pertama dan kedua, tetapi mampu mengejar ketertinggalan sebelum akhirnya memastikan kemenangan di gim penentuan.
Dalam keterangannya kepada tim Humas dan Media PBSI setelah pertandingan, Alwi menekankan pentingnya kepercayaan diri, mental, fokus, dan pikiran ketika bermain di final.
Prestasi itu menjadi pencapaian bersejarah bagi Alwi sekaligus modal berharga untuk menghadapi tantangan berikutnya. Namun, gelar junior juga menjadi awal dari pekerjaan yang lebih besar: membuktikan kemampuan secara konsisten saat menghadapi pemain senior.
Menapaki Persaingan di Level Senior
Peralihan dari kategori junior ke senior bukan perkara sederhana. Di level profesional, seorang pemain harus berhadapan dengan lawan yang memiliki pengalaman, pola permainan, dan kemampuan membaca pertandingan yang semakin matang.
Alwi mulai membangun rekam jejaknya melalui berbagai turnamen internasional. Pada 2026, namanya tercatat sebagai juara Indonesia Masters, peraih gelar Sathio Australia Open, serta peraih medali perunggu di Singapore Open. Catatan prestasi tersebut tercantum dalam daftar prestasi atlet di situs resmi PBSI.
Hasil-hasil itu menunjukkan bahwa kiprah Alwi tidak berhenti setelah keberhasilannya di kejuaraan junior. Ia terus mendapatkan pengalaman menghadapi pemain dari berbagai negara dan berupaya menjaga performa di tengah jadwal pertandingan yang padat.
Meski begitu, perjalanan seorang atlet tidak selalu ditentukan oleh gelar juara. Hasil pertandingan yang belum sesuai harapan juga menjadi bagian dari proses evaluasi, baik dalam aspek teknik, strategi, kondisi fisik, maupun ketahanan mental.
Raih Perunggu Asian Games 2026
Pengalaman Alwi di level senior semakin bertambah saat ia tampil dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil menembus semifinal tunggal putra dan memastikan medali perunggu.
Berdasarkan laporan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Alwi menghadapi wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn, di semifinal pada 28 September 2026. Ia harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 13-21 dan 15-21.
Walaupun gagal melangkah ke final, keberhasilan mencapai semifinal di ajang multievent tingkat Asia menjadi pengalaman penting dalam kariernya. Pertandingan melawan pemain elite seperti Kunlavut juga memberikan gambaran mengenai tantangan yang harus dihadapi untuk bersaing memperebutkan gelar di level tertinggi.
Alwi sendiri sebelumnya menyampaikan rasa syukur setelah berhasil melaju ke semifinal, meski mengakui pertandingan dan rangkaian kompetisi terasa melelahkan. Sikap tersebut memperlihatkan sisi lain seorang atlet: selain kemampuan bermain, ia juga perlu memahami batas fisik dan menjaga kesiapan menghadapi pertandingan berikutnya.
Kalahkan Jonatan Christie di Denmark Open
Catatan terbaru Alwi hadir di Denmark Open 2026. Pada babak 16 besar yang berlangsung 15 Oktober, ia mengalahkan Jonatan Christie dengan skor 21-14 dan 21-9.
Kemenangan ini menarik perhatian karena Jonatan merupakan salah satu pemain senior andalan Indonesia. Pertemuan sesama wakil Merah Putih tersebut juga memperlihatkan persaingan di sektor tunggal putra nasional yang diisi pemain dengan pengalaman dan perjalanan karier berbeda.
Dalam laporan pertandingan di situs PBSI, Jonatan menilai permainan Alwi terlihat lebih jelas, siap, dan matang dibandingkan pertemuan sebelumnya.
Hasil tersebut menjadi catatan positif bagi Alwi, tetapi satu kemenangan belum cukup untuk menggambarkan keseluruhan perjalanan seorang atlet. Konsistensi, kemampuan beradaptasi, serta pemulihan fisik tetap menjadi faktor penting ketika menghadapi rangkaian turnamen internasional.
Menjaga Asa Tunggal Putra Indonesia
Perjalanan Alwi Farhan dari klub lokal di Solo, gelar juara dunia junior, hingga medali Asian Games menunjukkan proses bertahap dalam membangun karier profesional. Setiap pencapaian menghadirkan pengalaman baru, sekaligus tantangan untuk mempertahankan performa.
Bagi penggemar bulu tangkis Indonesia, perkembangan Alwi menjadi salah satu hal yang menarik untuk diikuti. Ia masih berada pada fase penting untuk mengumpulkan pengalaman, memperkuat kematangan bertanding, dan menguji kemampuannya menghadapi pemain-pemain terbaik dunia.
Harapan terhadap masa depannya tentu besar. Namun, perjalanan menuju jajaran elite membutuhkan lebih dari sekadar potensi dan satu-dua kemenangan penting. Konsistensi dalam jangka panjang akan menjadi ukuran penting bagi perkembangan kariernya.
Dari Surakarta hingga panggung internasional, Alwi telah menorehkan sejumlah pencapaian yang layak dicatat. Langkah berikutnya adalah menjaga perkembangan tersebut agar peluang meraih prestasi lebih tinggi di sektor tunggal putra Indonesia tetap terbuka.










