Daerah  

Kebakaran Hanguskan Rumah di Kampung Gudang Bogor, Fitri Hanya Selamatkan Ijazah

WhatsApp Image 2026 11 03 at 19.17.48 1
Kondisi rumah warga yang hangus terbakar akibat kebakaran di kawasan permukiman padat Kampung Gudang, Kelurahan Gudang, Bogor Tengah, Selasa 3 November 2026. dok: Istimewa

DINEWS.ID — Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kampung Gudang, RT 03/RW 01, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa, 3 November 2026 sore. Satu unit rumah warga hangus terbakar dalam peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB itu sempat membuat warga sekitar panik. Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap bangunan rumah yang berada di tengah kawasan permukiman padat.

Di tengah situasi tersebut, tiga orang penghuni rumah yang terdiri dari pasangan suami istri dan seorang anak berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut berdasarkan informasi yang disampaikan di lokasi.

Namun, kebakaran itu menyisakan kerugian besar bagi keluarga penghuni rumah. Sebagian besar barang dan perabotan tidak sempat diselamatkan karena api telanjur membesar.

Fitri, salah seorang penghuni rumah, mengaku tidak menyangka kebakaran akan terjadi setelah dirinya meninggalkan rumah bersama sang anak sekitar pukul 13.30 WIB.

Ia mengingat, sebelum meninggalkan rumah, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan akan terjadi kebakaran. Namun, beberapa waktu kemudian, api justru sudah membesar dan menghanguskan bangunan tempat tinggalnya.

“Kaget banget ya, soalnya kan jam setengah dua saya dari sini, terus keluar. Pas keluar, tiba-tiba api langsung gede aja gitu. Nggak tahu itu dari mana,” ujar Fitri saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (3/11/2026).

Pengakuan Fitri menggambarkan betapa cepatnya peristiwa tersebut terjadi. Rumah yang sebelumnya ditinggalkan dalam keadaan biasa, mendadak dilalap api hingga membuat keluarga kehilangan tempat tinggal beserta sebagian besar barang miliknya.

Dugaan Korsleting, Kompor Dipastikan Tidak Menyala

Mengenai kemungkinan penyebab kebakaran, Fitri memastikan bahwa saat meninggalkan rumah, dirinya tidak sedang memasak ataupun menggunakan kompor gas.

Ia juga mengaku tidak sedang melakukan aktivitas yang berkaitan dengan penggunaan listrik secara berlebihan. Karena itu, keluarga tidak mengetahui secara pasti dari mana sumber api pertama kali muncul.

“Nggak lagi apa-apa, nyalain kompor enggak. Ngalirin listrik yang lain juga enggak,” ungkapnya.

Meski demikian, dugaan sementara mengarah pada korsleting atau hubungan arus pendek listrik di bagian dalam bangunan.

Penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Karena itu, dugaan korsleting belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama sebelum hasil pemeriksaan tersedia.

Selain bangunan rumah yang hangus, keluarga juga kehilangan hampir seluruh barang yang berada di dalamnya. Cepatnya api menjalar membuat penghuni tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan perabotan maupun harta benda lainnya.

Di antara berbagai barang yang berada di dalam rumah, hanya dokumen ijazah yang berhasil dibawa keluar dari kobaran api.

“Engggak sempat nyelamatin barang-barang, cuma ijazah doang yang bisa diselamatkan, yang lain enggak ada,” tutur Fitri.

Dokumen tersebut menjadi satu-satunya barang penting keluarga yang berhasil diamankan ketika kebakaran terjadi. Sementara itu, barang-barang lainnya tidak sempat diselamatkan hingga rumah akhirnya hangus terbakar.

Warga Bergotong Royong Bantu Pemadaman

WhatsApp Image 2026 11 03 at 19.17.47 1

Lokasi kebakaran yang berada di kawasan permukiman padat menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan kejadian tersebut. Posisi rumah yang berada di antara bangunan warga membuat kobaran api berpotensi mengancam lingkungan sekitarnya.

Sebelum bantuan petugas tiba, warga sekitar berupaya melakukan pemadaman awal secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya.

Upaya warga tersebut dilakukan untuk membantu mengendalikan api agar tidak semakin meluas ke bangunan lain di sekitarnya. Penanganan kemudian dibantu oleh armada dan petugas penanganan bencana setempat.

Setelah melalui proses pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan. Petugas juga melakukan pendinginan di area kejadian untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Hingga penanganan selesai, satu unit rumah dilaporkan hangus terbakar. Sementara itu, pendataan kerugian material masih dilakukan oleh pihak berwenang bersama pengurus RT dan RW setempat.

Peristiwa di Kampung Gudang ini kembali menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat terjadi secara tiba-tiba, termasuk ketika penghuni rumah sedang tidak berada di dalam bangunan.

Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran di lingkungan tempat tinggal. Kabel yang sudah rusak, sambungan tidak standar, serta penggunaan stopkontak yang melebihi kapasitas perlu diwaspadai.

Di kawasan permukiman padat, kewaspadaan tersebut menjadi semakin penting karena kebakaran pada satu bangunan berpotensi mengancam rumah-rumah di sekitarnya.

Bagi Fitri dan keluarganya, musibah ini bukan hanya tentang kehilangan sebuah rumah, tetapi juga hampir seluruh barang yang selama ini dimiliki. Meski demikian, keselamatan tiga penghuni rumah menjadi hal terpenting di tengah peristiwa yang terjadi sore itu. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *