Beasiswa Riset BAZNAS 2026 Dibuka, Dana Penelitian Mahasiswa Capai Rp10 Juta

Program Beasiswa Riset BAZNAS 2026 menyediakan bantuan dana penelitian mahasiswa, kelompok riset, dan publikasi ilmiah.
Program Beasiswa Riset BAZNAS 2026 menyediakan bantuan dana penelitian mahasiswa, kelompok riset, dan publikasi ilmiah. Dok: baznas.go.id

DINEWS.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membuka pendaftaran Beasiswa Riset BAZNAS Tahun 2026. Program ini memberikan bantuan pendanaan bagi mahasiswa, lembaga atau kelompok riset, hingga peneliti yang membutuhkan biaya publikasi artikel ilmiah.

Mengutip pengumuman yang dilansir melalui laman resmi BAZNAS, pendaftaran beasiswa tersebut dibuka mulai 3 hingga 11 November 2026, pukul 23.59 WIB. Artinya, calon pendaftar memiliki waktu terbatas untuk menyiapkan dokumen dan mengajukan permohonan sesuai kategori yang dipilih.

Program Beasiswa Riset BAZNAS dirancang untuk mendukung kegiatan penelitian pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari diploma empat (D4), sarjana (S1), magister (S2), hingga doktor (S3). Dukungan juga diberikan kepada lembaga atau kelompok riset serta peneliti yang memerlukan bantuan biaya publikasi ilmiah atau Article Processing Charge (APC).

Terdapat tiga kategori dalam program Beasiswa Riset BAZNAS 2026. Kategori pertama diperuntukkan bagi mahasiswa D4/S1, S2, dan S3. Kategori kedua ditujukan kepada lembaga atau kelompok riset. Sementara kategori ketiga berupa bantuan biaya publikasi artikel ilmiah.

Besaran bantuan yang disediakan berbeda-beda, menyesuaikan jenjang pendidikan maupun kebutuhan penerima.

file 1

Dana Riset Mahasiswa hingga Rp10 Juta

Bagi mahasiswa yang mengajukan bantuan untuk penelitian tugas akhir, BAZNAS menyediakan dana riset sebesar Rp4 juta untuk jenjang D4/S1, Rp7 juta untuk jenjang S2, dan Rp10 juta untuk jenjang S3.

Sementara itu, lembaga atau kelompok riset dapat mengajukan pembiayaan dengan nilai maksimal Rp30 juta untuk setiap tim.

Adapun bantuan publikasi ilmiah diberikan berdasarkan kategori jurnal tempat artikel diterbitkan. Untuk jurnal terindeks Sinta 3, bantuan yang tersedia maksimal Rp1 juta. Jurnal Sinta 2 memperoleh bantuan maksimal Rp3 juta, sedangkan jurnal Sinta 1 maksimal Rp5 juta.

Bagi artikel yang diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi, BAZNAS menyediakan bantuan biaya publikasi hingga Rp12,5 juta.

file 2

Selain dukungan pendanaan, penerima Beasiswa Riset BAZNAS juga berkesempatan memperoleh fasilitas pengembangan kapasitas akademik. Fasilitas tersebut meliputi mentoring penulisan riset bersama pimpinan dan tim ahli BAZNAS RI.

Penerima juga dapat mengikuti workshop penulisan ilmiah untuk mendorong publikasi pada jurnal terakreditasi maupun media massa.

Tidak hanya itu, peserta berkesempatan memaparkan hasil penelitian dalam forum paparan riset BAZNAS RI. Hasil riset terpilih bahkan memiliki peluang untuk diterbitkan dalam bentuk buku atau book chapter oleh BAZNAS RI.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kualitas penelitian sekaligus memperluas manfaat hasil riset bagi masyarakat.

file 3

Cara Daftar Beasiswa Riset BAZNAS 2026

Calon pendaftar perlu mengikuti tahapan pendaftaran sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Langkah pertama adalah mengunduh panduan pendaftaran beserta format dokumen persyaratan melalui tautan resmi berikut: https://bazn.as/PanduanBeasiswaRisetBAZNAS2026

Setelah mempelajari panduan, pendaftar dapat mengisi formulir dan mengunggah dokumen persyaratan sesuai kategori yang dipilih.

BAZNAS menyediakan tautan pendaftaran berbeda untuk masing-masing kategori. Mahasiswa D4/S1, S2, dan S3 dapat mengakses formulir melalui: https://bazn.as/RisetTugasAkhir26

Khusus mahasiswa S1 Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA), pendaftaran dilakukan melalui: https://bazn.as/RisetMAZAWA26

Sementara lembaga atau kelompok riset dapat mengajukan permohonan melalui: https://bazn.as/RisetKelompok26

Adapun calon penerima bantuan biaya publikasi ilmiah atau APC dapat mendaftar melalui: https://bazn.as/RisetAPC26

Calon peserta perlu memastikan kategori yang dipilih sesuai dengan status dan kebutuhan penelitiannya. Kelengkapan dokumen juga perlu diperhatikan agar proses pengajuan dapat mengikuti ketentuan dalam panduan resmi.

Dengan batas pendaftaran hingga 11 November 2026 pukul 23.59 WIB, mahasiswa maupun kelompok peneliti yang berminat perlu segera mempersiapkan persyaratan. Program ini menjadi salah satu kesempatan memperoleh dukungan pendanaan sekaligus pendampingan untuk menghasilkan penelitian yang inovatif dan berdampak bagi kemaslahatan umat.

Catatan penting untuk melengkapi artikel: BAZNAS juga menerbitkan informasi lebih rinci mengenai sasaran penerima dan persyaratan program. Beasiswa Riset BAZNAS 2026 menargetkan 308 penerima manfaat dari kalangan mahasiswa, kelompok riset, dan penulis artikel ilmiah.

Agar pembaca tidak hanya mengetahui nominal bantuan dan cara mendaftar, bagian persyaratan berikut bisa ditambahkan sebelum subjudul “Cara Daftar Beasiswa Riset BAZNAS 2026”:

Perhatikan Syarat Sebelum Mendaftar

Mengacu pada informasi lanjutan BAZNAS RI, calon penerima harus berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan dibuktikan dengan KTP yang masih berlaku. Riset atau artikel yang diajukan juga harus sesuai dengan tema prioritas BAZNAS.

Pendaftar tidak diperkenankan menerima pendanaan ganda untuk objek pembiayaan yang sama. Naskah penelitian wajib memiliki hasil pemeriksaan kemiripan maksimal 25 persen, di luar daftar pustaka. Penerima bantuan juga harus bersedia mengikuti rangkaian mentoring, coaching, dan pembinaan serta mencantumkan ucapan terima kasih kepada BAZNAS RI dalam hasil riset atau artikel yang diterbitkan.

Khusus kategori mahasiswa, pendaftar harus berstatus mahasiswa aktif yang sedang atau akan mengerjakan tugas akhir. Persyaratan lainnya meliputi IPK minimal 3,35 pada skala 4,00, program studi terakreditasi minimal A atau Unggul, serta perguruan tinggi terakreditasi minimal B atau Baik Sekali. Proposal penelitian harus sudah disetujui dosen pembimbing dan dilengkapi surat rekomendasi dari pejabat kampus atau dosen pembimbing.

Untuk kategori lembaga atau kelompok riset, tim terdiri atas dua hingga lima orang dari kalangan akademisi atau praktisi aktif. Pengajuan juga harus dilengkapi legalitas atau izin dari pimpinan unit kerja.

Sementara itu, pemohon bantuan APC harus menjadi penulis pertama atau penulis korespondensi. Artikel yang diajukan wajib sudah dinyatakan diterima oleh jurnal, dibuktikan dengan Letter of Acceptance (LoA), tetapi belum diterbitkan atau dibayarkan biaya publikasinya. Jurnal yang dituju harus terakreditasi Sinta 1, 2, atau 3 maupun jurnal internasional bereputasi yang aktif dan bukan jurnal predator.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *