DINEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan bonus uang tunai sebesar Rp100 juta untuk setiap medali emas yang diraih atlet dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.
Besaran bonus tersebut disiapkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus pemacu semangat kontingen Kota Bogor yang membidik target 100 medali emas dalam kompetisi olahraga tingkat provinsi tersebut.
Wakil Wali Kota Bogor sekaligus Ketua Kontingen Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memastikan alokasi bonus bagi peraih medali emas telah disiapkan. Besarannya disebut masih mengacu pada ketentuan peraturan daerah (perda).
“Tahun ini sama, dianggarkan Rp100 juta per medali emas. Besaran bonus itu mengacu pada peraturan daerah (perda). Untuk tahun depan, anggaran bonus masih berupa rancangan dalam APBD dan kita upayakan tetap Rp100 juta per emas,” kata Jenal Mutaqin, Rabu, 4 November 2026.
Meski besaran bonus emas telah disampaikan, Pemkot Bogor masih mematangkan perhitungan bonus bagi atlet peraih medali perak dan perunggu. Pembahasannya dilakukan bersama Badan Anggaran agar alokasi penghargaan tersebut dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Kebijakan bonus ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap perjuangan atlet yang membawa nama Kota Bogor di Porprov XV Jawa Barat 2026.
Target 100 Medali Emas Tetap Dipertahankan
Jenal menegaskan target 100 medali emas tidak berubah sejak awal persiapan. Kota Bogor mengandalkan kekuatan atlet dari berbagai cabang olahraga untuk mengejar capaian tersebut.
Cabang olahraga bela diri seperti judo, kurash, dan pencak silat diproyeksikan menjadi salah satu penyumbang medali bagi kontingen Kota Bogor.
Sebanyak 565 atlet disiapkan untuk memperkuat kontingen. Mereka tersebar di lima lokasi penyelenggaraan, yakni Kota Bogor, Majalengka, Bandung, Bekasi, dan Depok.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari kontingen yang telah dilepas Pemerintah Kota Bogor pada 26 Oktober 2026. Berdasarkan informasi resmi Pemkot Bogor, kontingen Kota Bogor terdiri atas 565 atlet dan 152 pelatih yang mengikuti 54 cabang olahraga dengan total 543 nomor pertandingan. Kota Bogor+1
Menurut Jenal, dukungan masyarakat menjadi salah satu hal penting untuk mengiringi perjuangan para atlet selama mengikuti pertandingan.
“Saya rasa target ini tidak mungkin terwujud tanpa doa dan dukungan dari seluruh warga Bogor. Kita berharap Porprov ini menjadi pijakan awal pembinaan atlet Bogor menuju level lebih tinggi, mulai dari PON, SEA Games, hingga Olimpiade,” tuturnya.
Target tersebut sekaligus menjadi bagian dari harapan Pemkot Bogor agar pembinaan olahraga daerah tidak berhenti pada kompetisi tingkat provinsi. Atlet yang menunjukkan prestasi diharapkan memiliki kesempatan untuk melangkah ke kejuaraan dengan level persaingan lebih tinggi.
Persiapan Atlet Berjalan Selama Satu Tahun
Untuk menghadapi Porprov XV Jawa Barat 2026, persiapan atlet Kota Bogor telah berlangsung secara intensif selama satu tahun terakhir.
Program pembinaan dilakukan melalui berbagai kegiatan uji coba atau try in dan try out. Kesempatan bertanding tersebut diberikan pada tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Salah satu hasil persiapan yang disoroti Jenal berasal dari cabang olahraga balap sepeda. Atlet Kota Bogor disebut berhasil meraih medali emas dalam kejuaraan yang berlangsung di Singapura.
Capaian tersebut menjadi salah satu modal bagi kontingen untuk menghadapi persaingan di Porprov. Namun, perjuangan masih harus dilanjutkan karena setiap cabang olahraga memiliki tantangan dan lawan yang berbeda.
Intensitas latihan atlet juga ditingkatkan hingga hampir empat kali sehari. Peningkatan frekuensi latihan tersebut dilakukan untuk mempersiapkan kemampuan fisik dan teknis menjelang pertandingan.
Pemkot Bogor turut memperhatikan atlet yang masih berstatus pelajar. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk memberikan kelonggaran jam sekolah maupun izin mengikuti pembelajaran secara daring.
Dengan pengaturan tersebut, atlet pelajar diharapkan tetap dapat menjalankan pendidikan sekaligus mengikuti program latihan yang telah disiapkan.
Nutrisi dan Kesehatan Atlet Turut Diperhatikan
Selain latihan, kesiapan fisik atlet juga menjadi perhatian Pemkot Bogor. Pemerintah daerah memberikan dukungan melalui pendistribusian asupan vitamin berstandar di setiap cabang olahraga.
Perhatian terhadap nutrisi dan kesehatan menjadi bagian dari persiapan kontingen menghadapi jadwal pertandingan Porprov yang tersebar di sejumlah daerah.
Dukungan tersebut melengkapi program latihan dan uji coba yang telah dijalani atlet selama masa persiapan.
Jenal berharap seluruh atlet mampu menjaga kondisi fisik, konsentrasi, dan semangat bertanding selama memperkuat kontingen Kota Bogor.
Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Cabor Pencak Silat
Dalam penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026, Kota Bogor juga mendapat kesempatan menjadi tuan rumah pertandingan sejumlah cabang olahraga.
Salah satu momentum yang menjadi perhatian adalah penyelenggaraan cabang olahraga pencak silat di GOR Pajajaran. Pada ajang kali ini, Kota Bogor untuk pertama kalinya bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara pertandingan pencak silat.
Perjuangan atlet tuan rumah di gelanggang pencak silat dibuka dengan kemenangan Azmi. Pesilat Kota Bogor tersebut berhasil mengalahkan wakil Kabupaten Bandung Barat dengan raihan skor 22.
Kemenangan tersebut menjadi awal yang diharapkan dapat menambah motivasi bagi atlet pencak silat maupun cabang olahraga lainnya.
“Ini masih awal. Mudah-mudahan kemenangan ini menjadi motivasi bagi seluruh petarung pencak silat dan cabang olahraga lainnya untuk terus mempertahankan prestasi serta membawa harum nama Kota Bogor,” pungkas Jenal.
Dengan bonus Rp100 juta untuk setiap medali emas, target 100 emas, serta dukungan pembinaan yang telah disiapkan, kontingen Kota Bogor kini berupaya memberikan hasil terbaik di Porprov XV Jawa Barat 2026.
Bagi para atlet, perjuangan di arena bukan hanya tentang mengejar penghargaan, tetapi juga kesempatan mengukir prestasi dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.













