DINEWS.ID – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau lokasi kebakaran yang menghanguskan tiga rumah toko (ruko) di Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Dalam peninjauan tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk memeriksa instalasi listrik secara berkala, terutama pada bangunan tua.
Berdasarkan hasil pengecekan sementara di lokasi, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik akibat instalasi kabel yang sudah tua dan kurang terawat. Percikan api diduga menjadi awal munculnya kebakaran sebelum api merambat ke bagian bangunan lainnya.
“Tadi hasil pengecekan sementara, dugaannya adalah instalasi kabel yang sudah tua dan kurang terawat, sehingga mengakibatkan korsleting dan percikan api pertama,” ujar Dedie A. Rachim di lokasi kejadian.
Dedie juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan keterlibatan kelompok geng motor sebagai pemicu kebakaran. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang telah ditanyainya, belum ditemukan indikasi yang mengarah pada dugaan tersebut.
“Sejauh ini kita tidak melihat indikasi itu. Saya sudah menanyakan beberapa saksi, kondisinya kemungkinan karena korsleting. Kemudian karena ada toko sepeda yang menyimpan sepeda listrik dan baterai, itu mempercepat proses pembakaran,” tegasnya.
Kebakaran tersebut berdampak langsung pada tiga unit ruko, termasuk toko sepeda, toko buku, dan toko kelontong. Sementara itu, dua ruko di sekitarnya turut mengalami dampak kerusakan, tetapi api berhasil dilokalisir oleh petugas agar tidak meluas lebih jauh.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena struktur pengaman bangunan. Petugas harus berupaya menembus teralis, pintu gulung atau rolling door, serta jeruji besi yang menghalangi akses menuju titik api di dalam bangunan.
“Hambatan petugas untuk masuk itu adalah teralis, rolling door, dan beberapa jeruji besi yang sulit ditembus. Bahkan gergaji petugas sampai cepat patah. Selain itu, akses ke lantai empat agak sulit karena kepulan asap sangat tebal,” ungkap Dedie.
Bangunan yang terdiri atas empat lantai tersebut menyulitkan petugas menjangkau sejumlah titik kebakaran, terutama di bagian atas. Meski demikian, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api dan melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan kondisi di lokasi lebih terkendali.
Upaya pendinginan dilakukan, termasuk dari sisi belakang bangunan. Tahapan ini menjadi bagian dari penanganan setelah api berhasil dikuasai guna mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api.
Menyikapi kejadian tersebut, Dedie mengingatkan pemilik toko dan masyarakat di kawasan Jalan Suryakencana agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Menurutnya, kondisi bangunan tua membuat pemeriksaan instalasi listrik perlu mendapat perhatian khusus.
“Saya meminta masyarakat, khususnya di wilayah Jalan Suryakencana yang banyak toko-toko tua, untuk memeriksa kembali instalasi listriknya secara berkala,” imbaunya.
Imbauan tersebut ditujukan untuk mendorong langkah pencegahan, terutama melalui pemeriksaan kondisi kabel dan instalasi listrik yang telah lama digunakan. Perawatan secara berkala diharapkan dapat membantu mengurangi risiko gangguan kelistrikan yang berpotensi memicu kebakaran.
Setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai, Pemerintah Kota Bogor memberikan jeda sekitar dua jam untuk penanganan lanjutan dan pemulihan kondisi lingkungan di sekitar lokasi kejadian.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor kemudian dikerahkan untuk membersihkan puing-puing sisa kebakaran. Pembersihan dilakukan agar kawasan tersebut dapat kembali difungsikan dan aktivitas masyarakat di Jalan Suryakencana berangsur pulih.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pemilik bangunan dan pelaku usaha untuk memperhatikan kondisi instalasi listrik, khususnya pada bangunan yang telah berusia tua. Pemeriksaan dan perawatan secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi risiko kebakaran di kawasan pertokoan padat penduduk.












