Daerah  

Pohon Petai Lapuk Tumbang Timpa Toilet Pesantren di Bogor

Petugas gabungan mengevakuasi pohon petai tumbang yang menimpa bangunan toilet Pesantren Rodiatul Akbar di Cimahpar, Bogor.
Petugas gabungan mengevakuasi pohon petai tumbang yang menimpa bangunan toilet Pesantren Rodiatul Akbar di Cimahpar, Bogor. Dok: Istimewa

DINEWS.ID – Sebuah pohon petai setinggi 20 meter tumbang dan menimpa bangunan toilet Pesantren Rodiatul Akbar di Kampung RM Sapeha, RT 002/RW 004, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat (23 Oktober 2026) pagi.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB itu diduga dipicu kondisi batang pohon yang telah lapuk sehingga tidak lagi kokoh.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, pohon petai dengan diameter sekitar 20 sentimeter itu roboh akibat pelapukan pada batangnya.

“Pohon jenis petai dengan tinggi sekitar 20 meter dan diameter 20 sentimeter ini tumbang dikarenakan kondisi batangnya yang sudah lapuk,” kata Dimas saat dikonfirmasi, Jumat (23 Oktober 2026).

Material pohon yang tumbang menimpa bagian atap dan bangunan toilet pesantren. Menindaklanjuti kejadian itu, petugas gabungan diterjunkan untuk melakukan asesmen, pemotongan, dan evakuasi material pohon.

Laporan kejadian pertama kali diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Bogor pada pukul 08.05 WIB. Informasi tersebut berasal dari warga yang menyampaikan kejadian melalui media sosial.

Lima menit kemudian, tepatnya pukul 08.10 WIB, personel mulai diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Bogor yang dikerahkan terdiri atas Asep Karyadi, Iman Suherman, Heru Permana Putra, dan Riki Gustiana.

Dimas mengatakan, penanganan dilakukan melalui kolaborasi sejumlah unsur, mulai dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, pihak Kecamatan Bogor Utara, Tagana, Redkar, hingga pengurus RT dan RW setempat.

“Tim gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, pihak Kecamatan Bogor Utara, Tagana, Redkar, serta pengurus RT/RW setempat langsung berkolaborasi melakukan asesmen dan pemotongan dahan pohon di lokasi kejadian,” tutur Dimas.

Proses pemangkasan dan pembersihan material pohon tumbang berlangsung hingga pukul 09.40 WIB. Setelah seluruh penanganan selesai, area fasilitas pesantren dinyatakan kembali aman.

“Asesmen dan penanganan fisik di lokasi kejadian sudah selesai seluruhnya dilaksanakan oleh petugas gabungan, sehingga area fasilitas pesantren sudah kembali aman,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *