UNPAK dan ICMI Siapkan BIIFEST 2027, Libatkan Gen Z

UNPAK dan ICMI Siapkan BIIFEST 2027, Libatkan Gen Z
UNPAK dan ICMI Siapkan BIIFEST 2027, Libatkan Gen Z. Foto: Istimewa.

DINEWS.ID – Universitas Pakuan (UNPAK) bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mulai mempersiapkan Bogor ICMI Islamic Festival (BIIFEST) 2027 melalui penguatan ekosistem industri kreatif, kewirausahaan, dan pengembangan potensi generasi muda.

Persiapan tersebut ditandai dengan kegiatan Kuliah Umum dan Kick Off Ekosistem Film Nasional dan Internasional 2026 yang digelar di Universitas Pakuan, Bogor, Kamis (22/10/2026). Dalam kesempatan yang sama, diluncurkan pula gerakan Bogor Global Youth Movement (BOGOR-GYM) sebagai wadah kolaborasi generasi muda.

BIIFEST 2027 dirancang menjadi ruang pengembangan kreativitas generasi Z Muslim agar mampu berkontribusi dalam industri kreatif global dengan tetap menjunjung nilai-nilai keislaman.

Ketua Umum ICMI Orda Bogor, Dr. Arijulmanan, S.S., M.H.I., CBM, memimpin inisiatif tersebut bersama Dr. Dewi Taurusyanti selaku Ketua Panitia Pelaksana BIIFEST 2027.

Festival ini akan mengintegrasikan berbagai bidang, mulai dari keislaman, pendidikan, seni, budaya, teknologi digital hingga kewirausahaan.

UNPAK Dorong Kampus Jadi Inkubator Kreativitas Gen Z

Rektor Universitas Pakuan, Prof. Dr. rer. pol. Ir. H. Didik Notosudjono, M.Sc., bersama Ketua Yayasan Pakuan Siliwangi, Dr. Yan Noviar Nasution, S.E., M.M., menyatakan dukungan terhadap pengembangan ekosistem kreativitas generasi muda melalui kolaborasi pendidikan dan industri.

Kampus diharapkan tidak hanya menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga inkubator bagi lahirnya generasi kreatif yang memiliki karakter, integritas, dan daya saing.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kick-Off, Prof. Dr. Eri Sarimanah, M.Pd., yang juga menjabat Wakil Rektor Bidang Akademik UNPAK, menghadirkan sejumlah praktisi untuk berbagi pengalaman dan wawasan mengenai industri kreatif.

Di antaranya pengusaha Harlan Bestari Bengardi selaku CEO APCO GROUP dan sutradara Reza B. Surianegara selaku Direktur Utama GIE Creative.

Keduanya memberikan perspektif mengenai pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pengembangan karya kreatif yang tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi.

Lima Pilar Kolaborasi Menuju BIIFEST 2027

Rangkaian persiapan BIIFEST 2027 dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor atau pentahelix yang menghubungkan dunia pendidikan, pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan media.

Sejumlah program disiapkan sebagai bagian dari ekosistem pengembangan talenta kreatif, di antaranya:

1. BOGOR-GYM: Gerakan Pemuda Bertaraf Global

Bogor Global Youth Movement (BOGOR-GYM) menjadi gerakan awal untuk membangun kolaborasi kepemudaan berskala global. Program ini menjadi fondasi kerja sama antara Universitas Pakuan dan ICMI Film Academy & Creative Ecosystem (IFACE).

Kolaborasi tersebut melibatkan perwakilan IFACE, termasuk Ketua I IFACE bersama Harlan Bestari Bengardi.

2. BIIFEST 2027: Festival Kreativitas Islami

BIIFEST 2027 menjadi agenda utama yang menggabungkan seni religi, teknologi, pendidikan, budaya, dan kewirausahaan.

Festival ini diarahkan sebagai ruang bagi generasi muda untuk menampilkan karya sekaligus membangun jejaring dalam industri kreatif.

3. Akademi Film Desa dan Festival Film Desa

Program Akademi Film Desa 2026 dan Festival Film Desa 2027 disiapkan untuk mendorong digitalisasi potensi desa melalui produksi karya audiovisual.

Program ini dikembangkan oleh Ir. Hendriyanto Hartokodiningrat dan Meria Lestari dari Akademi Film Desa (AFD).

Pengembangannya juga disinergikan dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) melalui koordinasi Drs. Samsul Widodo, M.A., Dr. Dimposma Sihombing, dan Bagus Arya Putra.

Melalui program tersebut, potensi lokal diharapkan dapat diperkenalkan lebih luas melalui karya film dan konten digital.

4. Road to Cannes Film Festival 2028

Selain berorientasi pada pengembangan talenta di tingkat nasional, rangkaian program ini juga menyiapkan peta jalan menuju industri perfilman internasional melalui Road to Cannes Film Festival 2028.

Program tersebut diarahkan untuk membuka peluang bagi talenta kreatif hasil inkubasi agar dapat terhubung dengan ekosistem sinema global.

Sejumlah diaspora dan jejaring internasional, di antaranya Ida Digon, Hatami, dan Bezie Galih Manggala, turut disebut sebagai bagian dari dukungan pengembangan jaringan global.

Gen Z Diajak Berkarya dengan Nilai Keislaman

Pesan mengenai pentingnya nilai dan tanggung jawab dalam industri kreatif turut disampaikan aktor senior Mark Sungkar serta Wakil Ketua Dewan Penasihat ICMI Kota Bogor, Drs. KH. Memed Jalaluddin.

Keduanya mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan karakter dan nilai kebermanfaatan.

Konten kreatif, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tidak cukup hanya menarik perhatian publik, tetapi juga perlu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Melalui rangkaian Road to BIIFEST 2027, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, menghasilkan karya yang berlandaskan akhlak, membangun usaha dengan integritas, serta memperluas kolaborasi hingga tingkat internasional.

Gerakan ini sekaligus menjadi upaya mendorong anak muda Bogor agar mampu berkontribusi dalam industri kreatif dunia tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai keislaman. /***

Editor: YB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *