Daerah  

Hujan Deras dan Angin Kencang di Bogor, Dahan Kenari Timpa Halaman Rumah

Petugas BPBD Kota Bogor melakukan pemotongan dan pembersihan dahan pohon kenari yang patah akibat hujan deras dan angin kencang di Jalan Dadali, Tanah Sareal.
Petugas BPBD Kota Bogor melakukan pemotongan dan pembersihan dahan pohon kenari yang patah akibat hujan deras dan angin kencang di Jalan Dadali, Tanah Sareal. Dok: Istimewa

DINEWS.ID – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Bogor pada Rabu (21 Oktober 2026) sore menyebabkan dahan pohon kenari patah dan menimpa halaman rumah warga di Jalan Dadali No. 34, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB itu menimpa halaman rumah milik Ibu Pasaribu. Rumah tersebut dihuni dua kepala keluarga (KK) dengan total delapan jiwa.

Meski dahan pohon yang patah berukuran cukup besar, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor segera turun ke lokasi setelah menerima laporan warga untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan bahwa patahnya dahan pohon kenari dipicu kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang.

“Akibat hujan beras dan angin yang cukup kencang, dahan pohon kenari di halaman rumah warga mengalami patah. Tim TRC BPBD Kota Bogor langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen serta pemotongan dahan,” ujar Dimas Tiko Prahadisasongko dalam keterangannya, Rabu (21 Oktober 2026).

Dahan yang patah memiliki diameter sekitar 30 sentimeter dengan panjang atau tinggi bagian yang dilaporkan mencapai 5 meter. Ukuran tersebut membuat penanganan perlu dilakukan dengan pemotongan agar material pohon dapat disingkirkan dari halaman rumah warga.

WhatsApp Image 2026 10 21 at 19.01.05 1

Lima Personel BPBD Dikerahkan ke Lokasi

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Bogor mengerahkan lima personel untuk melakukan asesmen, pemotongan, dan pembersihan dahan pohon yang patah.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 16.15 WIB. Dengan menggunakan peralatan pemotong kayu, personel kemudian melakukan pemangkasan terhadap bagian pohon yang patah.

Lima personel yang terlibat dalam penanganan tersebut adalah Nofandra, Alvinda Komara, Ichsan Bayu G, Rizki Maulana S, dan Erwin Andriansyah N.

Dalam prosesnya, petugas juga dibantu warga setempat untuk membersihkan material dahan yang berada di halaman rumah.

Penanganan berlangsung hingga sore hari. Dimas menyampaikan bahwa proses pemotongan dan pembersihan dahan pohon telah selesai seluruhnya pada pukul 17.20 WIB.

Dengan selesainya penanganan tersebut, material dahan yang patah dapat disingkirkan dari area terdampak. BPBD juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.

Cuaca Ekstrem Perlu Diwaspadai

Patahnya dahan pohon di kawasan Tanah Sareal menjadi salah satu risiko yang dapat muncul ketika hujan deras terjadi bersamaan dengan angin kencang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan dahan patah atau bagian pohon tumbang, terutama jika terkena tekanan angin yang kuat.

Bagi warga yang tinggal di sekitar pohon berukuran besar, kondisi cuaca perlu menjadi perhatian, khususnya ketika angin bertiup kencang. Menghindari berteduh di bawah pohon atau berada terlalu dekat dengan dahan besar saat cuaca buruk merupakan langkah kewaspadaan yang dapat dilakukan.

Warga juga perlu memperhatikan kondisi pohon di sekitar rumah, seperti dahan yang terlihat patah, rapuh, atau menggantung. Apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan, warga dapat melaporkannya kepada petugas terkait agar dapat ditindaklanjuti.

Dalam kejadian di Jalan Dadali ini, respons cepat TRC-PB BPBD Kota Bogor membantu proses pemotongan dan pembersihan dahan hingga tuntas pada sore hari.

Meski tidak menimbulkan korban, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa hujan deras dan angin kencang dapat menimbulkan bahaya di lingkungan permukiman. Kewaspadaan warga serta penanganan cepat ketika terjadi insiden menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko dan menjaga keselamatan bersama.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *