DINEWS.ID – Harga emas dunia mengalami penguatan pada Senin (21/7/2025), didorong oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ketidakpastian menjelang tenggat pengenaan tarif perdagangan AS pada 1 Agustus mendatang.
Harga emas spot tercatat naik 0,5 persen menjadi US$ 3.364,50 per ons, sementara harga emas berjangka AS menguat 0,4 persen ke level US$ 3.371,80 per ons.
“Dukungan moderat berasal dari melemahnya dolar AS. Dengan semakin dekatnya batas waktu tarif 1 Agustus, fokus pasar akan tertuju pada pengumuman kesepakatan perdagangan atau penerapan tarif,” ujar analis komoditas UBS, Giovanni Staunovo, dikutip dari Reuters.
Dolar AS tercatat melemah 0,2 persen terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, menjadikan emas lebih murah bagi pemegang mata uang asing. Logam mulia ini sering dianggap sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi dan biasanya menguat dalam kondisi suku bunga rendah.
Pertemuan kebijakan The Federal Reserve (The Fed) selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 29–30 Juli, setelah bulan lalu memutuskan mempertahankan suku bunga acuan.
“Ekspektasi inflasi yang tinggi dan data ekonomi yang kuat membebani ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed tahun ini. Meski demikian, strategi beli saat harga sedang turun tetap digunakan untuk melindungi risiko penurunan harga emas,” tulis ANZ dalam laporan analisanya.
Sementara itu, data perdagangan menunjukkan impor emas China—konsumen utama logam mulia ini—turun untuk bulan kedua berturut-turut pada Juni. Impor platinum China juga turun 6,1 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Selain emas, harga perak spot naik 0,7 persen menjadi US$ 38,43 per ons. Platinum menguat 1,8 persen ke US$ 1.447,75, dan paladium melonjak 2,5 persen menjadi US$ 1.271,10 per ons. ***













