DINEWS.ID – Penjualan hewan kurban menjelang momen Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi diakui mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, para pedagang di Kota Bogor tetap optimistis permintaan akan terus merangkak naik mendekati hari pelaksanaan kurban.
Salah satu pemilik lapak usaha sapi kurban di Bogor, M. Solikhin, mengungkapkan bahwa pada tahun ini pihaknya sengaja mengurangi jumlah pasokan. Jika pada Iduladha 2025 lalu ia mampu menjual hingga 480 ekor sapi, kini ia hanya menyetok sekitar 450 ekor sapi.
“Kalau alhamdulillah untuk tahun ini ya, ada penurunan sih dari tahun kemarin. Tahun 2025 kita jual itu 480 ekor. Tahun ini kita stok 450 ekor aja, masih tersisa yang belum terjual sekitar 30 ekoran. Ya sekitar 80 persen sudah terjual,” ujar Solikhin, Kamis (21/5/2026).
Solikhin menduga lesunya daya beli masyarakat pada musim kurban kali ini tidak terlepas dari faktor kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. “Faktor ekonomi bisa jadi,” tuturnya singkat.
Kendati demikian, tren pembelian hewan kurban biasanya memiliki karakteristik tersendiri. Solikhin menilai para pembeli atau shohibul kurban umumnya baru akan memadati lapak saat waktu pelaksanaan sudah semakin dekat.
“Biasanya antusias pembeli atau yang mau sedekah hewan kurban itu pas mepet-mepet, H-7 hingga H-3 itu baru mulai berdatangan untuk beli sapi,” jelasnya.
Sapi Bali Paling Diburu Pembeli
Dari berbagai varietas sapi yang disediakan di lapaknya, sapi asal Bali mendominasi angka penjualan dan menjadi primadona pada musim kurban tahun ini. Dari total stok yang ada, ratusan ekor di antaranya merupakan jenis sapi Bali.
“Untuk di lapak kami best seller-nya sapi Bali. Jenis Bali alhamdulillah kita sudah terjual 325 ekoran,” ungkap Solikhin.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap sapi Bali didasari oleh faktor kualitas. Sapi Bali dikenal memiliki karakteristik fisik yang padat dan hasil persentase karkas atau rendemen daging yang jauh lebih banyak dibandingkan jenis sapi lainnya.
“Keunggulan sapi Bali itu padat dagingnya, tulangnya kecil, hasil rendemen dagingnya juga banyak. Jadi orang awam pun sekarang sudah tahu kalau hasil dagingnya melimpah,” terangnya.
Untuk urusan kocek, lapak Solikhin mematok harga sapi kurban mulai dari Rp17 juta per ekor dengan estimasi bobot sekitar 250 kilogram.
Menariknya, reputasi lapak M. Solikhin tahun ini juga berhasil memikat perhatian dari kalangan pesohor tanah air. Ia membeberkan ada salah satu figur publik yang memborong beberapa ekor sapi berukuran besar di tempatnya, meski ia memilih untuk merahasiakan namanya.
“Alhamdulillah untuk tahun ini insyaallah ada artis yang beli ke lapak kita. Cuma ya rahasia, kita enggak bisa buka (namanya). Dia beli tiga ekor sapi kurban untuk Iduladha tahun ini,” pungkasnya. (Yis)













