DINEWS.ID – Harga emas bergerak stabil pada awal pekan ini, seiring investor terus memantau perkembangan perundingan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan negara mitranya, serta menanti katalis pasar menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve AS pekan depan.
Harga emas spot tercatat berada di level US$3.352,19 per ons, sedangkan emas berjangka AS diperdagangkan stabil di posisi US$3.358,70 per ons.
“Dolar mengawali pekan ini dengan lesu, yang membuka peluang bagi emas untuk mencatatkan kenaikan lebih awal karena tenggat waktu tarif semakin dekat,” ujar Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, dikutip dari Reuters, Senin (21/7/2025).
Waterer menambahkan, semakin dekat dengan tenggat waktu 1 Agustus tanpa kesepakatan perdagangan baru, semakin besar peluang harga emas menembus level US$3.400 per ons atau bahkan lebih tinggi.
Saat ini investor fokus pada negosiasi perdagangan menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan optimisme bahwa kesepakatan dagang dengan Uni Eropa akan tercapai.
Sementara itu, Bank Sentral Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan akhir pekan ini. Lembaga tersebut diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 2,0% setelah sebelumnya melakukan beberapa kali pemangkasan. Dalam situasi seperti ini, emas sebagai aset safe haven umumnya menunjukkan kinerja positif di tengah suku bunga rendah.
Dari Jepang, koalisi pemerintahan dilaporkan kehilangan kendali atas majelis tinggi dalam pemilu terbaru. Kondisi ini dinilai semakin melemahkan posisi Perdana Menteri Shigeru Ishiba, menjelang tenggat tarif AS yang semakin dekat. ***











