DINEWS.ID – Yayasan Desa Inklusi bersiap merenovasi fasilitas posyandu di enam kecamatan di Kota Bogor. Program yang direncanakan mulai diluncurkan pekan depan ini menjadi bagian dari dukungan organisasi tersebut terhadap pembangunan wilayah dan peningkatan pelayanan dasar masyarakat.
Direktur Yayasan Desa Inklusi, Lazyra Amadea Hidayat, mengatakan renovasi posyandu menjadi salah satu program yang tengah disiapkan organisasinya. Selain itu, yayasan juga menjalankan kegiatan bantuan pemenuhan gizi dan mendukung penataan kawasan Pulo Geulis.
“Harapan dari Desa Inklusi ke depan, kita akan merenovasi posyandu yang ada di 6 kecamatan Kota Bogor. Nah, ini rencananya di minggu depan kita akan launching renovasi posyandunya,” kata Lazyra Amadea Hidayat di Pulo Geulis, pada Sabtu 24 Oktober 2026..
Lazyra, yang juga aktif di Kadin Indonesia sebagai Komite Tetap Perlindungan Usaha, menegaskan bahwa penguatan fasilitas pelayanan kesehatan dasar masyarakat menjadi salah satu perhatian Yayasan Desa Inklusi.
Rencana renovasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan posyandu di tingkat lingkungan. Namun, rincian lokasi posyandu yang akan direnovasi dan bentuk pengerjaan masing-masing fasilitas belum dijelaskan dalam keterangan tersebut.
Salurkan 300 Paket Susu dan Camilan
Dukungan Yayasan Desa Inklusi terhadap masyarakat Pulo Geulis juga diwujudkan melalui kegiatan berbagi makanan dan minuman bergizi. Dalam kegiatan tersebut, yayasan membagikan 300 paket susu serta 300 roti dan camilan untuk anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia.
Lazyra mengatakan bantuan tersebut diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan kelompok masyarakat yang ada di kawasan itu.
“Seperti kegiatan sebelumnya, kita mengeluarkan 300 susu serta 300 roti atau camilan untuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Karena di sini tuh banyak banget anak-anak, ibu hamil, dan lansia, jadi pemenuhan gizi ini tentu sangat penting,” tuturnya.
Kegiatan pemenuhan gizi itu menjadi bagian dari keterlibatan yayasan dalam mendukung kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan. Selain bantuan tersebut, perhatian terhadap fasilitas pelayanan dasar juga diwujudkan melalui rencana renovasi posyandu di enam kecamatan.
Apresiasi Jembatan Pulo Geulis yang Kini Lebih Nyaman
Selain menyampaikan rencana program sosial, Lazyra mengapresiasi perbaikan Jembatan Pulo Geulis yang telah dikerjakan Pemerintah Kota Bogor. Menurut dia, perubahan kondisi jembatan dan akses jalan di kawasan tersebut membawa manfaat bagi warga yang melintas setiap hari.
Ia mengingat kondisi jalan sebelumnya yang rusak dan berlubang, bahkan pernah membuatnya terjatuh ketika melintas saat hujan.
“Ini tuh menarik karena banyak warga yang bertanya-tanya kapan jalan dan jembatan ini akan dirapikan. Dulunya, kondisi aspal di sini benar-benar berlubang-lubang. Sampai-sampai saya juga pernah jatuh sebenarnya pada saat lagi hujan-hujanan, saking jeleknya aspal di dalamnya,” ungkap Lazyra.
Jembatan tersebut memiliki nilai sejarah bagi kawasan Pulo Geulis karena menghubungkan Kampung Budaya Babakan Pasar hingga tembus ke Jalan Riau. Setelah diperbaiki, jembatan dinilai lebih lapang dan memberikan ruang yang lebih leluasa bagi pengguna jalan maupun pejalan kaki.
Lazyra menjelaskan, jembatan yang sebelumnya hanya cukup untuk satu sepeda motor kini dapat dilalui dua sepeda motor. Pagar besi juga telah dipasang untuk membantu menjaga keselamatan warga, terutama anak-anak yang beraktivitas di sekitar jembatan.
“Jembatan ini historinya sudah lumayan lama, dan ukurannya dulu kecil banget—cuman muat satu motor. Sekarang, jembatan sudah bisa muat dua motor dan jalur pejalan kaki warga sudah jauh lebih leluasa. Dari segi pagar besinya juga sudah dipasang supaya anak-anak tidak jatuh kecebur saat lari-larian di situ,” jelasnya.
Ia juga menyoroti keberadaan atap yang kini menaungi badan jembatan. Menurut Lazyra, penambahan tersebut menjadi perubahan baru yang membuat warga lebih nyaman ketika melintas dalam kondisi panas maupun hujan.
“Selain itu, jembatan ini sekarang juga ada atapnya. Sepanjang sejarah Jembatan Pulo Geulis ini, baru kali ini saya lihat pakai atap. Jadi sekarang warga tidak kepanasan dan tidak kehujanan lagi. Artinya, untuk setiap warga yang melewati jembatan ini otomatis jadi lebih nyaman,” imbuhnya.
Penataan Pulo Geulis Libatkan Kolaborasi Lintas Lembaga
Penataan kawasan Pulo Geulis juga melibatkan kolaborasi berbagai pihak. Lazyra menyebut program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kawasan tersebut dikerjakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi.
Ia mengatakan lebih dari 100 rumah telah masuk dalam program perbaikan tersebut, sementara 44 rumah lainnya masih dalam proses pengerjaan secara bertahap.
“Kalau yang rumah itu dikerjakan sama Buddha Tzu Chi, sekitar 100-an lebih rumah, dan ada 44 rumah juga yang lagi dalam pengerjaan karena ada tahapan-tahapannya proses kan. Saya juga mendukung programnya Buddha Tzu Chi ini untuk renovasi rumah-rumah warga,” pungkas Lazyra.
Keterlibatan Yayasan Desa Inklusi melalui bantuan gizi dan rencana renovasi posyandu, dukungan terhadap perbaikan fasilitas umum, serta kolaborasi dengan berbagai lembaga menunjukkan adanya beragam upaya untuk mendukung kebutuhan masyarakat Pulo Geulis dan wilayah Kota Bogor lainnya.
Program renovasi posyandu di enam kecamatan menjadi agenda berikutnya yang disiapkan Yayasan Desa Inklusi. Peluncurannya direncanakan berlangsung pada pekan setelah kegiatan tersebut, sebagaimana disampaikan Lazyra pada Sabtu, 24 Oktober 2026.












