DINEWS.ID – Pemerintah Indonesia memperkuat langkah pengembangan ekonomi digital dengan meresmikan Indonesia-India Creative-Tech Corridor pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), sekaligus membuka peluang pengembangan keterampilan dan lapangan kerja baru.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perkembangan teknologi tidak semata-mata dipandang sebagai ancaman bagi pekerjaan manusia. Menurutnya, AI juga dapat menjadi sarana untuk menciptakan jenis pekerjaan dan keterampilan baru.
“AI bukan sekadar pengganti pekerjaan, melainkan juga sarana untuk menciptakan lapangan kerja dan keterampilan baru. Itulah sebabnya kita memerlukan dukungan dari Kawasan Ekonomi Khusus seperti Singhasari. Jadi, sata berharap melalui kolaborasi ini, sektor kreatifitas dapat tumbuh hingga dua digit,” ujar Airlangga saat meresmikan Indonesia-India Creative-Tech Corridor di Jakarta.
Pernyataan tersebut menegaskan arah pengembangan ekonomi kreatif yang semakin bertumpu pada pengetahuan, teknologi, dan konektivitas global. Pemerintah berharap kolaborasi Indonesia dan India dapat memperkuat ekosistem industri kreatif agar mampu berkembang di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat.
Indonesia dan India Perkuat Kolaborasi Ekonomi Digital
Airlangga menjelaskan, Indonesia dan India memiliki hubungan sejarah dan kebudayaan yang kuat. Kedekatan tersebut menjadi modal untuk memperluas kerja sama di bidang seni, pengetahuan, pemikiran filosofis, serta pengembangan teknologi.
Saat ini, kedua negara juga semakin terhubung melalui konektivitas digital dan teknologi tinggi. Kondisi tersebut membuka ruang bagi pengembangan kerja sama ekonomi kreatif yang tidak hanya mengandalkan kedekatan budaya, tetapi juga kemampuan teknologi dan inovasi.
Dalam perkembangannya, industri kreatif semakin memanfaatkan teknologi seperti AI, Internet of Things (IoT), machine learning, digital twin, hingga quantum computing.
Pemanfaatan teknologi tersebut mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang memadai. Dua sektor yang turut mendapat perhatian pemerintah adalah pusat data atau data center dan industri semikonduktor.
Keduanya menjadi bagian penting dalam mendukung pemrosesan data dan pengembangan teknologi yang dibutuhkan oleh berbagai sektor industri, termasuk ekonomi kreatif.
Pemerintah Dorong Ekosistem Desain Cip dan Semikonduktor
Untuk memperkuat fondasi industri digital, pemerintah bekerja sama dengan Arm dalam mengembangkan ekosistem desain cip atau chip design serta mendorong industri semikonduktor nasional.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan teknologi di dalam negeri, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap perangkat dan infrastruktur pendukung ekonomi digital.
Selain semikonduktor, pemerintah juga mengarahkan pengembangan pusat data ke sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi investasi.
Kawasan yang disebutkan meliputi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa di Kepulauan Riau yang tengah diperluas, kawasan ekonomi khusus di Tangerang Selatan, serta kawasan Karawang.
Pengembangan pusat data tersebut diarahkan agar selaras dengan ketersediaan energi dan jaringan konektivitas serat optik. Kedua aspek itu menjadi bagian penting dalam mendukung operasional infrastruktur digital.
Dengan pengembangan infrastruktur yang memadai, pemerintah berharap kebutuhan industri digital dapat ditopang oleh ekosistem yang semakin kuat di dalam negeri.
KEK Singhasari Didorong Jadi Pusat Inovasi Kreatif
Selain infrastruktur digital, pemerintah juga mendorong optimalisasi kawasan ekonomi khusus yang berorientasi pada teknologi dan kreativitas. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah KEK Singhasari.
Kawasan tersebut diharapkan terus berkembang menjadi pusat riset, inovasi, dan komersialisasi karya kreatif.
Pengolahan data kreatif melalui dukungan pusat data dan infrastruktur kawasan diharapkan menghasilkan efek berganda atau multiplier effect bagi perekonomian. Artinya, pengembangan ekosistem tersebut diharapkan tidak berhenti pada investasi infrastruktur, tetapi juga memberikan dorongan bagi aktivitas ekonomi yang berkaitan.
Airlangga menilai perkembangan industri kreatif saat ini semakin erat dengan kemajuan teknologi berbasis pengetahuan.
“Industri kreatif saat ini merupakan industri berbasis pengetahuan (knowledge-based) dan saat sekarang terfasilitasi oleh perkembangan oleh artificial intelligence, Internet of Things, digital twin, hingga quantum computing. Perkembangan pesat ini mendorong kebutuhan pusat data (data center) dan semikonduktor, yang kini terus kita dorong pengembangannya di berbagai Kawasan Ekonomi Khusus,” ungkapnya.
Pemerintah berharap penguatan ekosistem tersebut dapat mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif hingga mencapai dua digit. Namun, target tersebut merupakan harapan yang disampaikan pemerintah, bukan angka pertumbuhan yang telah tercapai.
Sejumlah Pejabat Hadir dalam Peresmian
Peresmian Indonesia-India Creative-Tech Corridor turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Duta Besar India untuk Indonesia Bijay Selvaraj, serta Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Tim Pelaksana KEK Susiwijono Moegiarso.
Hadir pula Direktur Utama KEK Singhasari David Santoso, jajaran pejabat kementerian dan lembaga, perwakilan badan usaha milik negara dan swasta, serta komunitas dan asosiasi ekonomi kreatif.
Melalui peresmian koridor kreatif-teknologi Indonesia-India, pemerintah menempatkan kolaborasi lintas negara, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan infrastruktur digital sebagai bagian dari strategi mendorong ekonomi kreatif.
Ke depan, pengembangan ekosistem tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi, mendorong inovasi, dan membuka peluang baru bagi industri kreatif nasional di tengah persaingan ekonomi digital global.













