Sentimen Pasar Masih Menekan Rupiah, Investor Cermati Data Ekonomi Domestik

images 20
Pasar Ekonomi Domestik. Foto: Istimewa

DINEWS.IDNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Senin (6/7/2026). Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.995 per dolar Amerika Serikat (AS), seiring masih kuatnya sentimen negatif di pasar keuangan dan sikap hati-hati investor menjelang rilis sejumlah indikator ekonomi domestik.

Pada penutupan perdagangan, rupiah terdepresiasi 32 poin atau 0,18 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pelemahan tersebut terjadi di tengah tekanan yang juga dialami mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS. Yuan China, peso Filipina, ringgit Malaysia, dolar Singapura, yen Jepang, dan won Korea Selatan sama-sama mencatat pelemahan, sementara dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang di kawasan yang menguat tipis.

Tren serupa juga terjadi pada mata uang utama negara maju. Euro, poundsterling Inggris, dolar Australia, dolar Kanada, dan franc Swiss kompak melemah terhadap dolar AS.

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan sentimen terhadap rupiah masih dipengaruhi kekhawatiran pasar setelah Indonesia memperoleh peringatan dari lembaga pemeringkat Fitch terkait potensi penurunan peringkat kredit.

“Secara umum sentimen terhadap rupiah masih lemah dan tertekan sejak mendapat peringatan dari Fitch mengenai potensi penurunan peringkat kredit Indonesia,” ujar Lukman.

Selain itu, menurutnya, pelaku pasar masih memilih bersikap hati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting yang dijadwalkan terbit dalam pekan ini.

“Investor mengantisipasi sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis pekan ini, di antaranya cadangan devisa, penjualan ritel, dan indeks kepercayaan konsumen,” jelasnya.

Rilis data-data tersebut dinilai akan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pergerakan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari ke depan, sekaligus memberikan gambaran mengenai kondisi perekonomian domestik di tengah dinamika pasar global. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *