DINEWS.ID – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 dengan mengusung tema “Arah Baru, Amanat Ekonomi Konstitusi”. Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pesantren, masyarakat, hingga pengurus partai di seluruh Indonesia, PKB ingin memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat.
Sekretaris Panitia Harlah PKB, Rivqy Abdul Halim, mengatakan puncak peringatan Harlah akan digelar pada 23 Juli 2026 di Jakarta dan dijadwalkan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta para pimpinan partai politik.
“Acara puncaknya akan dilaksanakan 23 Juli malam, yang insya Allah akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia beserta seluruh pimpinan partai politik sahabat,” ujar Rivqy di Kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Menurut Rivqy, rangkaian Harlah tahun ini tidak hanya menjadi momentum peringatan hari jadi partai, tetapi juga diisi berbagai program yang menyentuh bidang pendidikan, lingkungan hidup, pengembangan teknologi, hingga penguatan organisasi.
Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan adalah penyaluran bantuan pendidikan dan pembangunan bagi Sekolah Adat Arus Kula di Kalimantan Barat. PKB juga akan menggelar Pesta Pohon sebagai bagian dari kampanye pelestarian lingkungan.
Di bidang pendidikan dan transformasi digital, PKB menyiapkan diskusi mengenai kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang ditujukan bagi kalangan pesantren. Kegiatan tersebut ditargetkan melibatkan sedikitnya 10.000 pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, PKB juga akan menggelar pelantikan serentak 514 Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan 38 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi menjelang agenda politik ke depan.
Menjelang acara puncak, PKB turut mengundang para kiai dan ulama dari berbagai pondok pesantren dalam forum Ijtima Ulama yang akan diselenggarakan pada 23 Juli 2026 di Jakarta. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah bertukar pandangan mengenai berbagai isu kebangsaan dan pembangunan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PKB berharap peringatan Harlah ke-28 menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, ulama, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan. (Red)








