Daerah  

Tangis Pecah di Megamendung, Dini dan Anak 4 Tahun Dimakamkan dalam Peti Putih

Prosesi pemakaman Dini Hardiyanti dan anaknya AGEF di pemakaman umum Kampung Cijulang.
Prosesi pemakaman Dini Hardiyanti dan anaknya AGEF di pemakaman umum Kampung Cijulang. Dok: Istimewa

Suasana duka menyelimuti Kampung Cijulang, Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Kamis (5/11/2026) pagi. Isak tangis keluarga mengiringi pemakaman Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGEF (4), yang menjadi korban pembunuhan di Madiun, Jawa Timur.

Setelah melalui proses penyerahan dari pihak kepolisian, jenazah ibu dan anak tersebut akhirnya tiba kembali di kampung halaman. Keduanya kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum Kampung Cijulang, lokasi yang dipilih berdasarkan permintaan keluarga.

WhatsApp Image 2026 11 05 at 18.36.39 1

Kepala Desa Sukakarya, Hasan Sukandi, mengatakan keluarga menerima kedua jenazah pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Saat diserahkan, jenazah Dini dan AGEF sudah berada di dalam peti berwarna putih.

Kedatangan keduanya menjadi momen yang berat bagi keluarga. Setelah menunggu proses pemulangan, keluarga akhirnya dapat mengantarkan Dini dan AGEF ke tempat peristirahatan terakhir di kampung halaman.

Prosesi pemakaman berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB. Hasan bersama aparat setempat turut hadir menyaksikan proses tersebut. Warga dan tokoh masyarakat juga ikut memberikan penghormatan terakhir kepada kedua korban.

Sebelum pemakaman dilaksanakan, keluarga bersama warga menggelar tahlilan. Doa bersama itu menjadi bagian dari penghormatan terakhir bagi Dini dan AGEF setelah jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Dimakamkan di Lokasi yang Dipilih Keluarga

Hasan menjelaskan, pemilihan pemakaman umum Kampung Cijulang bukan tanpa alasan. Keluarga memang menginginkan Dini dan AGEF dimakamkan di lokasi tersebut karena terdapat makam ayah AGEF.

“Keluarga pesannya dimakamkan di pemakaman umum Kampung Cijulang karena di sana ada makam bapaknya,” jelas Hasan.

Permintaan keluarga itu kemudian menjadi dasar penentuan lokasi pemakaman. Dengan demikian, Dini dan AGEF dapat dimakamkan di tempat yang memiliki ikatan keluarga bagi mereka.

Bagi warga setempat, kehadiran jenazah keduanya di kampung halaman juga menjadi suasana duka yang dirasakan bersama. Peristiwa yang terjadi jauh dari Bogor tersebut akhirnya membawa keluarga kembali berkumpul untuk mengantarkan kedua korban ke peristirahatan terakhir.

Hasan menyampaikan belasungkawa atas tragedi yang menimpa warganya. Ia mengaku prihatin dengan peristiwa yang merenggut nyawa seorang ibu dan anak tersebut.

Sebagai kepala desa, Hasan berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, khususnya terhadap warga Desa Sukakarya. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dalam menghadapi masa sulit ini.

“Saya berharap jangan sampai terjadi lagi untuk warga saya kejadian seperti ini,” harapnya.

Keluarga Serahkan Proses Hukum kepada Kuasa Hukum

Di tengah suasana duka, proses hukum atas kasus yang menimpa Dini dan AGEF juga menjadi perhatian keluarga. Hasan menyebut, keluarga telah menyerahkan penanganan proses hukum selanjutnya kepada kuasa hukum.

Menurutnya, pendampingan tersebut dilakukan melalui kerabat keluarga yang selama ini tinggal di Kalimantan. Kerabat itu membantu menghubungkan keluarga dengan pendamping hukum untuk mengawal proses selanjutnya.

“Adiknya yang di Kalimantan melalui pendamping pengacara untuk proses hukum selanjutnya,” tandas Hasan.

Langkah tersebut diambil agar proses hukum dapat terus berjalan melalui pendampingan pihak yang memahami prosedur hukum. Namun, Hasan tidak merinci lebih jauh mengenai perkembangan penanganan perkara karena proses tersebut telah diserahkan kepada kuasa hukum keluarga.

Sebelumnya, jenazah Dini dan AGEF diserahkan oleh pihak kepolisian kepada keluarga sebelum dibawa menuju Kabupaten Bogor. Proses pemulangan itu mengakhiri penantian keluarga untuk dapat memakamkan keduanya di kampung halaman.

Kepulangan jenazah tersebut menjadi bagian penting bagi keluarga dalam menjalani proses berduka. Setelah prosesi pemakaman selesai, keluarga kini harus menghadapi kehilangan yang tidak mudah, sementara proses hukum atas peristiwa di Madiun tetap menjadi perhatian.

Duka Keluarga, Harapan agar Peristiwa Tak Terulang

Pemakaman Dini dan AGEF di Kampung Cijulang bukan sekadar prosesi mengantarkan jenazah. Bagi keluarga, momen tersebut menjadi kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir setelah keduanya dipulangkan dari Madiun.

Dua peti putih yang tiba pada dini hari itu akhirnya diantarkan ke pemakaman umum yang telah dipilih keluarga. Doa dan tahlilan mengiringi prosesi, sementara keluarga dan warga hadir untuk memberikan dukungan kepada mereka yang ditinggalkan.

Tragedi ini juga meninggalkan keprihatinan bagi lingkungan tempat tinggal korban. Hasan berharap tidak ada lagi warga Desa Sukakarya yang mengalami peristiwa serupa.

Kini, Dini dan AGEF telah dimakamkan di Kampung Cijulang. Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga, harapan agar proses hukum berjalan melalui pendampingan kuasa hukum menjadi salah satu hal yang terus diperhatikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *