DINEWS.ID – Perjuangan wakil Indonesia di Korea Open 2026 semakin berat. Dari enam wakil yang tampil pada babak 16 besar, hanya Anthony Sinisuka Ginting dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi yang berhasil mengamankan tiket perempat final. Empat wakil lainnya harus mengakhiri perjalanan di turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut.
Salah satu hasil paling menyesakkan datang dari Alwi Farhan. Tunggal putra andalan Indonesia itu gagal melangkah ke babak delapan besar setelah kalah dramatis dari wakil Chinese Taipei, Wang Po-Wei, dalam pertandingan yang berlangsung selama 91 menit di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan, Kamis (5/11/2026).
Alwi sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup baik. Ia berhasil merebut gim pertama dengan skor 21-17 dan membuka peluang untuk mengamankan kemenangan dua gim langsung.
Namun, Wang tidak membiarkan pertandingan berakhir begitu saja. Persaingan semakin ketat pada gim kedua hingga harus melewati deuce. Alwi akhirnya kehilangan gim tersebut dengan skor tipis 23-25.
Pertandingan pun berlanjut ke gim penentuan. Pada fase ini, Wang mampu tampil lebih efektif dan menjaga keunggulan hingga menutup pertandingan dengan skor 21-15.
Kekalahan 21-17, 23-25, dan 15-21 tersebut membuat Alwi harus mengubur harapannya untuk melaju ke perempat final. Padahal, ia sempat berada di posisi yang cukup menguntungkan setelah memenangi gim pembuka.
Alwi Akui Persiapan Belum Maksimal
Setelah pertandingan, Alwi tidak menutupi kekecewaannya. Dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui PBSI, ia mengakui persiapan yang dibawanya ke Korea Open kali ini belum maksimal.
Alwi juga merasa pilihan serangan yang dimilikinya belum cukup untuk menghadapi permainan Wang. Lawannya dinilai memiliki pukulan smash keras yang sulit diantisipasi sepanjang pertandingan.
“Pastinya tidak cukup puas tapi tetap bangga dan bersyukur sudah mencoba apapun caranya walau saya rasa persiapan yang dibawa ke sini tidak begitu maksimal,” kata Alwi dalam keterangan PBSI.
Ia juga menyebut latihan kardio dan upaya menjaga kondisi tubuh masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki.
“Catatan utamanya adalah latihan cardio dan maintenance badannya masih kurang, ini yang harus saya kejar lagi untuk turnamen pekan depan di Kumamoto,” ujarnya.
Evaluasi tersebut menjadi perhatian Alwi menjelang turnamen berikutnya. Ia dijadwalkan kembali bertanding di Kumamoto Masters, Jepang, pekan depan.
Ginting Jadi Tumpuan Tunggal Putra
Berbeda dengan Alwi, Anthony Sinisuka Ginting berhasil melewati babak 16 besar dengan hasil positif. Tunggal putra senior Indonesia itu tampil meyakinkan saat menghadapi Ng Ka Long Angus dari Hong Kong.
Ginting menang melalui dua gim langsung dengan skor 21-15 dan 21-16. Ia mampu menjaga kendali permainan, termasuk ketika lawan berusaha memberikan perlawanan pada gim kedua.
Kemenangan tersebut memastikan Ginting menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di sektor tunggal putra. Langkahnya sekaligus menjaga peluang Merah Putih untuk bersaing di nomor tersebut hingga babak semifinal.
Hasil positif Ginting menjadi kabar baik di tengah tersingkirnya Alwi. Pengalaman dan konsistensinya akan kembali dibutuhkan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di babak perempat final.
Dhinda Menangi Derbi Merah Putih
Harapan Indonesia di sektor tunggal putri kini bertumpu kepada Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Ia berhasil melewati babak 16 besar setelah memenangi pertandingan sesama wakil Indonesia melawan Thalita Ramadhani Wiryawan.
Pertandingan tersebut berlangsung dalam tiga gim. Dhinda membuka laga dengan kemenangan 21-15, tetapi Thalita mampu bangkit dan merebut gim kedua dengan skor 21-17.
Persaingan kemudian ditentukan pada gim ketiga. Dhinda tampil lebih baik dan berhasil mengunci kemenangan 21-13.
Hasil tersebut memastikan Dhinda melangkah ke perempat final, sekaligus mengakhiri perjalanan Thalita di Korea Open 2026. Pertemuan dua pemain Indonesia ini juga membuat satu tempat di babak delapan besar sektor tunggal putri dipastikan menjadi milik Merah Putih.
Bagi Dhinda, kemenangan ini menjadi kesempatan penting untuk melanjutkan kiprahnya di turnamen level Super 500. Ia kini menjadi satu-satunya tunggal putri Indonesia yang masih bertahan.
Mutiara dan Ganda Putri Juga Terhenti
Selain Alwi dan Thalita, Mutiara Ayu Puspitasari juga gagal melangkah ke perempat final. Ia harus mengakui keunggulan unggulan keenam asal Chinese Taipei, Lin Hsiang Ti, melalui pertandingan tiga gim.
Mutiara kalah tipis 20-22 pada gim pertama. Ia kemudian bangkit dan merebut gim kedua dengan skor 21-19 sehingga pertandingan harus berlanjut ke gim penentuan.
Sayangnya, Mutiara tidak berhasil mempertahankan momentum. Lin tampil lebih baik pada gim ketiga dan menutup pertandingan dengan kemenangan 21-13.
Dalam evaluasinya, Mutiara mengakui masih perlu meningkatkan ketenangan ketika menghadapi poin-poin penting. Ia juga menilai tekanan permainan dari pemain dengan level lebih tinggi menjadi pelajaran yang harus dihadapi pada turnamen berikutnya.
Nasib kurang baik juga dialami pasangan ganda putri Indonesia, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine. Mereka harus mengakui keunggulan pasangan Jepang, Rui Hirokami/Sayaka Hobara, dalam pertandingan tiga gim dengan skor 15-21, 21-17, dan 15-21.
Dengan hasil tersebut, Indonesia kehilangan empat wakil pada babak 16 besar. Alwi, Mutiara, Thalita, serta pasangan Isyana/Rinjani harus menghentikan perjuangan mereka di Yeosu.
Dua Wakil Indonesia Masih Menjaga Harapan
Dari enam wakil yang berlaga di babak 16 besar, Indonesia kini hanya memiliki dua wakil di perempat final Korea Open 2026. Keduanya adalah Anthony Sinisuka Ginting dari sektor tunggal putra dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dari tunggal putri.
Perjalanan keduanya tentu belum selesai. Babak delapan besar akan menjadi ujian berikutnya untuk menjaga peluang Indonesia melangkah lebih jauh di turnamen ini.
Sementara bagi Alwi, kekalahan dari Wang Po-Wei menjadi bahan evaluasi menjelang agenda berikutnya di Jepang. Perbaikan kondisi fisik, latihan kardio, serta variasi serangan menjadi beberapa hal yang telah ia akui perlu ditingkatkan.
Korea Open 2026 pun menjadi pengingat bahwa persaingan di level Super 500 tidak mudah. Meski sejumlah wakil harus tersingkir, perjuangan Ginting dan Dhinda masih menyisakan harapan bagi Indonesia untuk membawa pulang hasil positif dari Yeosu.













