Mardani Desak Konser Andrea Bocelli Dibatalkan, Ini Alasannya

1a588bd2a720a49f38690063a7ef71d2
Mardani Ali Sera menerima audiensi MUI dan elemen masyarakat sipil yang menyampaikan penolakan terhadap rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia. Dok: MUI Digital

DINEWS.ID — Rencana konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia menuai penolakan. Anggota Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia DPR RI, Mardani Ali Sera, mendesak pemerintah membatalkan konser tersebut demi menjaga konsistensi sikap Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Desakan itu disampaikan Mardani saat menerima audiensi Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama sejumlah elemen masyarakat sipil dan pejuang kemanusiaan di Ruang Diplomasi Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

Mardani menilai aspirasi masyarakat terkait rencana konser tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah. Terlebih, menurutnya, Presiden Prabowo Subianto selama ini menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Ia mengapresiasi langkah MUI dan elemen masyarakat sipil yang datang menyampaikan keberatan atas rencana penyelenggaraan konser tersebut.

“Pemerintah beserta seluruh jajarannya perlu mempertimbangkan aspirasi dari masyarakat. Kita tahu pemerintah dan Presiden kita (Prabowo) amat sangat mendukung kemerdekaan Palestina,” ujar Mardani kepada MUI Digital.

Penolakan itu berkaitan dengan dokumen rekam jejak yang disebut menunjukkan keterlibatan Andrea Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana untuk Friends of Israel Defense Forces (FIDF), organisasi yang mendukung tentara Israel.

Dalam pertemuan tersebut, Mardani menegaskan bahwa pemberian ruang kepada figur yang dinilai memiliki keterkaitan dengan dukungan terhadap militer Israel bertentangan dengan komitmen Indonesia menolak segala bentuk penjajahan.

Sebagai anggota Komisi II DPR RI sekaligus politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ia menyebut pemerintah memiliki dua pilihan yang perlu dipertimbangkan, yakni membatalkan konser atau meminta Andrea Bocelli menyampaikan pernyataan sikap secara resmi sebelum tampil di Indonesia.

“Sebaiknya dibatalkan, atau ada pernyataan langsung dari Andrea Bocelli bahwa dia menyesal dan tidak akan mendukung Zionis melakukan genosida lagi,” kata dia menegaskan.

MUI Minta Izin Konser Andrea Bocelli Ditinjau Ulang

Penolakan terhadap konser Andrea Bocelli juga disampaikan secara tegas oleh Majelis Ulama Indonesia. MUI menyatakan kecewa dan menyesalkan keputusan pemerintah yang tetap memberikan izin penyelenggaraan konser musisi asal Italia tersebut.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, bahkan meminta pihak kepolisian, khususnya Kapolri, meninjau ulang hingga mencabut izin konser.

Menurut Sudarnoto, keberatan MUI bukan didasarkan pada kualitas seni maupun karya musik Andrea Bocelli. Persoalan yang dipermasalahkan adalah rekam jejak digital yang dikaitkan dengan keterlibatan sang musisi dalam acara penggalangan dana untuk tentara Israel atau Israel Defense Forces (IDF).

Sudarnoto menyebut kegiatan tersebut menjadi dasar keberatan MUI terhadap rencana konser yang akan digelar di Indonesia.

“Sudah serius. MUI sudah dengar dan statement saya sudah saya sampaikan bahwa pemerintah memang sudah mengizinkan sejak lama, semenjak Kapolri yang lama (Jenderal Listyo Sigit Prabowo) sudah diterbitkan oleh Kapolri. Dan sekarang Kapolri yang baru (Jenderal Suyudi Ario Seto) tidak berani atau tidak mau mencabut,” ujar Prof Sudarnoto.

MUI menilai keputusan untuk tetap meneruskan izin konser tidak sejalan dengan aspirasi masyarakat yang selama ini menunjukkan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Kehadiran Andrea Bocelli di Indonesia juga dinilai kontradiktif dengan sikap politik luar negeri Indonesia dan komitmen moral bangsa dalam menolak penjajahan serta membela nilai-nilai kemanusiaan.

Konser Romanza 30th Anniversary World Tour Tetap Berjalan

Di tengah desakan pembatalan, rangkaian tur dunia Andrea Bocelli bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour disebut masih akan berjalan. Pihak promotor juga memastikan rangkaian konser tersebut tetap berlangsung meskipun muncul penolakan dari MUI dan sejumlah elemen masyarakat.

MUI berharap masih ada ruang bagi Kapolri untuk mempertimbangkan kembali keputusan penerbitan izin konser tersebut.

Prof Sudarnoto mengingatkan bahwa pengabaian terhadap aspirasi umat Islam dan elemen masyarakat luas berpotensi memicu gelombang protes yang lebih besar.

Karena itu, MUI turut menyerukan bentuk penolakan secara damai dan terukur sebagai simbol keberatan atas penyelenggaraan konser.

Salah satu seruan yang disampaikan adalah pemasangan bendera setengah tiang, baik bendera Merah Putih maupun bendera Palestina secara berdampingan. Selain itu, masyarakat juga diajak memasang baliho penolakan di sejumlah titik strategis.

“Tapi mudah-mudahan masih ada kesempatan untuk (Kapolri) merenung. Karena itu, tadi saya sampaikan MUI menyesalkan, menyesalkan atas izin yang telah diterbitkan oleh pemerintah melalui Kapolri untuk konser [Andrea Bocelli]. Karena ini mencederai nurani kita sebagai pembela Palestina,” kata dia.

MUI berharap pemerintah dan aparat kepolisian lebih peka terhadap aspirasi publik. Organisasi tersebut juga meminta agar komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina tercermin dalam kebijakan yang diambil pemerintah.

Desakan Mardani dan MUI ini pun menempatkan rencana konser Andrea Bocelli bukan sekadar sebagai agenda hiburan, melainkan juga sebagai persoalan yang menyentuh sikap politik luar negeri, solidaritas kemanusiaan, dan konsistensi dukungan Indonesia terhadap Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *