Menko PMK Tinjau Revitalisasi Sekolah SDN 5 Cimahpar di Bogor, Gedung Satu Lantai Jadi Dua Lantai

WhatsApp Image 2026 06 10 at 21.14.21
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, meninjau langsung proyek revitalisasi fasilitas pendidikan di SDN 5 Cimahpar, Kota Bogor, Rabu (10/6).

DINEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, meninjau langsung proyek revitalisasi fasilitas pendidikan di SDN 5 Cimahpar, Kota Bogor, pada Rabu (10/6/2026).

Proyek penataan infrastruktur sekolah yang dikerjakan secara swakelola ini berhasil merampungkan peningkatan bangunan dengan total anggaran mencapai Rp2,6 miliar.

​Dalam peninjauan tersebut, Pratikno menegaskan bahwa perbaikan sarana fisik ini merupakan instrumen penting dari instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui penguatan sektor kesehatan dan pendidikan secara paralel.

​”Hasil dari sistem swakelola ini sangat luar biasa. Dengan efisiensi anggaran yang ada, kita bisa melihat peningkatan fasilitas yang signifikan, di mana bangunan sekolah yang tadinya hanya satu lantai kini sudah dikembangkan menjadi dua lantai dengan kualitas yang sangat bagus,” ujar Pratikno, Rabu (10/6/2026).

Ia menyebut proyek tersebut memiloko nilai proyek sebesar Rp2,6 miliar. Revitalisasi SDN 5 Cimahpar tersebut sepenuhnya dikerjakan oleh dengan mengedepankan sistem swakelola.

Kendati demikian, Pratikno memastikan aspek transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga berkat pengawasan ketat yang melibatkan lintas sektor, mulai dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, hingga unsur masyarakat.

​Namun, Menko PMK mengingatkan agar lompatan besar di sektor infrastruktur ini dibarengi dengan transformasi mutu pengajaran. Menurutnya, pembenahan gedung tidak boleh menjadi muara akhir dari program prioritas nasional ini.

​”Saya menekankan bahwa upaya pembenahan dari Bapak Presiden ini jangan sampai berhenti pada pembangunan fisik gedungnya saja, melainkan kualitas proses pembelajarannya juga harus ikut ditingkatkan,” tegasnya.

​Selain mengecek fisik bangunan, peninjauan di SDN 5 Cimahpar ini juga menyasar program lingkungan sekolah bersih dan sehat serta pemanfaatan teknologi digital di ruang kelas. Saat ini, para siswa di sekolah tersebut mulai aktif memanfaatkan sarana Interactive Flat Panel (IFP) atau Smart TV.

​Kehadiran layar digital interaktif tersebut dinilai sukses mendongkrak kreativitas siswa dalam memvisualisasikan materi pelajaran sekaligus mengekspresikan ide secara dua arah, sehingga menciptakan atmosfer belajar yang lebih menyenangkan dan kompetitif.

​Menutup agenda peninjauannya, Pratikno juga memastikan bahwa intervensi pemerintah tidak hanya berfokus pada siswa dan fasilitas, melainkan juga kesejahteraan para tenaga pendidik melalui kepastian penyaluran insentif.

​”Kami sudah melakukan pengecekan langsung di lapangan, dan alhamdulillah insentif kesejahteraan bagi para guru tersebut sudah diterima secara langsung oleh masing-masing individu tanpa ada hambatan,” pungkasnya. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *