KDM Serahkan Uang Sayembara Rp250 Juta kepada Keluarga Korban Dalam Bentuk Deposito

WhatsApp Image 2026 06 27 at 23.24.35
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serahkan uang sayembara kepada keluarga korban dalam bentuk deposito. Dok: tangkapan layar channel KDM

DINEWS.ID – Hadiah sayembara senilai Rp250 juta yang diumumkan oleh Dedi Mulyadi (KDM) akan diserahkan seluruhnya kepada keluarga korban penganiayaan di Bandung.

Dana tersebut tidak diberikan dalam bentuk tunai, melainkan berupa sertifikat deposito agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga korban.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh KDM melalui unggahan video di akun media sosial pribadinya, Kamis (25/6/2026), setelah tersangka utama kasus penganiayaan, Taufik Hidayat, berhasil ditangkap oleh jajaran Polda Jawa Barat pada Selasa (23/6/2026) malam.

Menurut KDM, keputusan mengalihkan hadiah sayembara kepada keluarga korban telah dikoordinasikan dengan Kapolda Jawa Barat agar bantuan tersebut benar-benar bermanfaat, baik untuk pemulihan trauma maupun kebutuhan ekonomi keluarga.

“Terkait sayembara Rp250 juta akan diserahkan kepada keluarga korban. Kami akan menyerahkan sertifikat deposito senilai Rp250 juta kepada keluarga korban. Semoga peristiwa serupa tidak terjadi kembali,” ujar KDM dalam video tersebut.

Rencananya, sertifikat deposito senilai Rp250 juta itu akan diserahkan secara resmi pada 1 Juli 2026. Waktu penyerahan dipilih bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Dalam kesempatan itu, KDM juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran kepolisian yang bergerak cepat hingga berhasil mengamankan pelaku.

Di balik penangkapan tersebut, terungkap bahwa Taufik Hidayat akhirnya bersikap kooperatif setelah mendapat dorongan dari mantan atasannya, Dadang.

Beberapa hari sebelum menyerahkan diri, Taufik diketahui menghubungi Dadang karena merasa bingung dan panik setelah identitasnya menjadi sorotan publik.

Dadang kemudian menyarankan agar Taufik menghentikan pelariannya dan menyerahkan diri kepada pihak berwajib demi menghindari risiko yang lebih besar.

“Kamu misalkan mau terus lari sampai kapan, pasti capek. Karena sudah ramai, kamu bisa ditangkap warga dan bisa dihakimi sampai mati. Semisalnya ketangkap polisi, kayak di TV bisa ditembak,” ujar Dadang, mengenang percakapannya dengan Taufik.

Nasihat tersebut akhirnya membuat Taufik bersedia menyerahkan diri kepada aparat kepolisian di wilayah Ciparay, Kabupaten Bandung.

Keputusan KDM menyerahkan seluruh uang sayembara kepada keluarga korban juga dinilai sejalan dengan harapan Dadang. Sebelumnya, mantan atasan Taufik itu menegaskan tidak ingin menerima hadiah tersebut dan meminta agar seluruh dana dialokasikan kepada keluarga korban yang dinilai lebih membutuhkan bantuan. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *