DINEWS.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Pemerintah Kabupaten Karawang mengambil langkah konkret menyusul terungkapnya kasus pesta gay yang diduga berlangsung di salah satu tempat hiburan malam di wilayah tersebut.
Menurut Dedi, penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya dengan penyampaian sikap atau pernyataan resmi, tetapi harus dibarengi tindakan nyata dari pemerintah daerah.
“Bupati Karawang sudah menyampaikan bahwa tidak ada tempat bagi kaum gay di Karawang. Tinggal bagaimana bupati dan seluruh jajarannya melakukan tindakan yang lebih nyata,” kata Dedi di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026).
Dedi menilai pemerintah perlu terlebih dahulu mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat sebelum menentukan langkah penanganan. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan akan berbeda apabila yang terlibat masih berstatus pelajar atau merupakan masyarakat umum.
“Kalau itu siswa, kami memiliki tanggung jawab untuk melakukan pembinaan. Kalau itu masyarakat, tentu perlu pendekatan yang berbeda,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan kasus tersebut tidak hanya melalui penegakan aturan, tetapi juga perlu dibarengi pendekatan sosial dan pembinaan terhadap pihak yang terlibat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjut Dedi, akan mencari lembaga yang dinilai memiliki kapasitas untuk mendampingi proses pembinaan tersebut.
“Kami akan mencari lembaga yang bisa membantu proses pembinaan terhadap pihak-pihak yang terlibat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Dedi juga menyinggung kemungkinan pemanfaatan fasilitas pembinaan berpola barak militer yang selama ini digunakan dalam sejumlah program pembinaan pelajar di Jawa Barat.
“Ya mudah-mudahan barak militer bisa menyelesaikan gay,” ujar Dedi.
Sebelumnya, publik di Karawang dihebohkan oleh beredarnya video yang diduga memperlihatkan pesta gay di sebuah tempat hiburan malam. Kasus tersebut kini menjadi perhatian pemerintah daerah dan aparat terkait. (Red)













