DINEWS.ID – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Bogor, Jumat (19/6). Dalam aksi bertajuk “Indonesia Menuju Krisis” tersebut, massa mendesak parlemen daerah segera mengevaluasi kinerjanya dan menindaklanjuti delapan tuntutan rakyat.
Jalannya demonstrasi sempat diwarnai ketegangan cukup tinggi di lapangan. Tensi massa mulai memanas saat para pengunjuk rasa berupaya merangsek masuk ke lantai atas gedung untuk menemui langsung para anggota dewan. Langkah tersebut dihalau oleh aparat kepolisian yang bersiaga di lokasi, sehingga aksi saling dorong di depan pintu masuk tidak terhindarkan.
Setelah situasi perlahan mereda, perwakilan dari GMKI dan PMKRI akhirnya difasilitasi untuk masuk dan melakukan audiensi langsung bersama sejumlah anggota DPRD Kota Bogor di dalam ruangan. Pihak mahasiswa menuntut komitmen tertulis dan sikap politik yang tegas dari lembaga legislatif tingkat daerah tersebut.
Ketua GMKI Cabang Bogor, Abel Tampubolon, menegaskan bahwa delapan poin tuntutan yang dibawa merupakan representasi murni dari keresahan masyarakat terhadap rentetan kebijakan nasional saat ini. Secara rinci, poin-poin tersebut meliputi penolakan terhadap pemborosan APBN, desakan penurunan harga BBM dan bahan pokok, serta evaluasi komprehensif atas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Massa juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah, isu militerisme di ranah sipil, penolakan revisi Undang-Undang Polri, penghentian eksploitasi sumber daya alam, hingga desakan transparansi penuh dalam penanganan dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional. Abel memberikan peringatan keras bahwa jika anggota dewan dinilai tidak responsif atau tidak mampu memperjuangkan aspirasi publik ini ke tingkat pusat, maka mereka dituntut untuk secara jantan mengundurkan diri dari jabatannya.
Dari hasil audiensi tersebut, pihak legislatif menyatakan sikap untuk menampung seluruh poin aspirasi dan berjanji akan memberikan laporan perkembangan dalam waktu dekat kepada para mahasiswa.
“Perwakilan DPRD menyampaikan akan membahas terlebih dahulu dan pada Rabu depan akan ada follow-up terkait progres dari tuntutan ini,” kata Abel. (Yis)













