DINEWS.ID – Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, Tulsi Gabbard, mengungkap dokumen yang baru dideklasifikasi terkait asal-usul pandemi Covid-19. Dokumen tersebut disebut memuat informasi mengenai hubungan antara pendanaan penelitian virus corona di Institut Virologi Wuhan dengan mantan pejabat kesehatan AS, Anthony Fauci.
Dalam pernyataannya, Gabbard menuding selama bertahun-tahun publik tidak mendapatkan transparansi penuh mengenai penyelidikan asal-usul Covid-19.
“Setelah bertahun-tahun berbohong, sensor, dan menutup-nutupi, rakyat Amerika layak mendapatkan transparansi, kebenaran, dan akuntabilitas,” kata Gabbard usai peluncuran dokumen tersebut, Kamis (18/6).
Kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (ODNI) menjelaskan bahwa dokumen yang dirilis mencakup komunikasi internal, laporan whistleblower, hingga materi intelijen yang berkaitan dengan investigasi asal-usul pandemi Covid-19.
Dalam dokumen tersebut, Fauci disebut terlibat dalam sejumlah diskusi terkait penelusuran asal-usul virus saat menjabat sebagai Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID). Ia juga disebut memiliki keterkaitan dengan program pendanaan penelitian virus corona yang melibatkan Institut Virologi Wuhan di Tiongkok.
Gabbard bahkan menuduh terdapat komunikasi yang bertentangan dengan kesaksian Fauci di hadapan Kongres AS pada 2024. Namun, tuduhan tersebut belum diverifikasi secara independen.
Di sisi lain, Fauci sebelumnya telah berulang kali membantah tuduhan bahwa dirinya menyesatkan anggota Kongres atau menutupi informasi terkait asal-usul Covid-19.
Dalam sidang Kongres pada Juni 2024, Fauci menyatakan bahwa teori penularan alami maupun kemungkinan kebocoran laboratorium masih sama-sama masuk akal untuk menjelaskan kemunculan virus SARS-CoV-2. Meski demikian, ia menilai bukti yang tersedia cenderung mengarah pada penularan alami, meskipun belum dapat dianggap konklusif.
Meski dokumen baru telah dipublikasikan, badan intelijen Amerika Serikat hingga kini belum mencapai kesimpulan definitif mengenai asal-usul Covid-19.
Sejumlah lembaga intelijen dan komunitas ilmiah masih meneliti dua skenario utama, yakni penularan alami dari hewan ke manusia atau kemungkinan insiden yang terkait dengan aktivitas laboratorium.
Covid-19 pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir 2019 sebelum ditetapkan sebagai pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Maret 2020. Pandemi tersebut menyebabkan jutaan kematian dan menimbulkan dampak besar terhadap kesehatan, ekonomi, serta kehidupan sosial di seluruh dunia.
Hingga kini, asal-usul pasti virus SARS-CoV-2 masih menjadi perdebatan dan belum memperoleh kesimpulan ilmiah maupun intelijen yang sepenuhnya final. (Red)









