Menanggapi data tersebut, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa pihaknya akan mencermati data pertambahan pengangguran dan menyesuaikannya dengan jumlah kesempatan kerja yang tersedia.
“Kita sadar bahwa pengangguran itu ada, nanti kita harus lihat berapa penambahan pengangguran dibandingkan dengan kesempatan kerja,” ujar Yassierli.
Ia menambahkan, Kementerian Ketenagakerjaan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan BPS untuk menentukan kebijakan ketenagakerjaan ke depan.
“Data Sakernas itulah yang akan kita jadikan sebagai dasar kita untuk pengambilan kebijakan,” ujarnya.
Pemerintah sendiri tengah mengupayakan efisiensi anggaran untuk mendukung Program MBG. Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah telah mengamankan dana sebesar Rp300 triliun yang selama ini tidak optimal akibat inefisiensi dan korupsi. Dana ini nantinya akan dikelola oleh Danantara Indonesia.













