Selain itu, YS juga diduga melakukan tindakan yang dinilai arogan dan mengintimidasi saat meminta penghapusan berita yang ditayangkan.
“Kami keberatan atas tuduhan yang katakan oleh YS. Apalagi dengan nada mengancam dan membuat status, menuduh kami sebagai ‘backup‘ pabrik yang bermasalah, serta meminta penghapusan berita melalui percakapan WhatsApp grup,” ucap Nay.
Selain menuduh pihaknya sebagai “backup” pabrik, sambung Nay mengatakan, dia juga menantang dan mengeluarkan kalimat sangat tidak pantas.
“Pada intinya, saya merasa tidak memiliki persoalan dengan YS. Namun, dia melontarkan kata-kata yang tidak pantas dan disebarkan kemana-mana, hingga merugikan nama baik,” tuturnya.













