Wakil Walikota: “Pertumbuhan Ekonomi Kota Bogor Terus Naik, UMKM Jadi Penggerak”

WhatsApp Image 2026 10 06 at 17.40.25
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Dok: Istimewa

DINEWS.ID — Pertumbuhan ekonomi Kota Bogor terus menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir. Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Kota Bogor meningkat dari 5,15 persen pada 2024 menjadi 5,45 persen pada 2025, dan diproyeksikan kembali naik pada 2026.

Jenal menyampaikan hal tersebut saat menghadiri agenda Temu Bisnis yang diprakarsai oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Bogor di Balai Kota Bogor, Selasa (6/10/2026).

Menurut Jenal, peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut tidak terlepas dari peran para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kolaborasi kelompok pengusaha perempuan juga dinilai memiliki peran dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

“Di tahun 2024, pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 5,15 persen, kemudian pada 2025 meningkat menjadi 5,45 persen. Dan bahkan di tahun 2026 ini, trennya diproyeksikan akan kembali naik,” ungkap Jenal.

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan adanya peran nyata dari berbagai pemangku kepentingan dalam menggerakkan perekonomian Kota Bogor. Salah satunya adalah IWAPI yang menjadi bagian dari kelompok pengusaha yang turut berkontribusi dalam aktivitas ekonomi daerah.

Jenal pun mendorong IWAPI untuk terus meningkatkan eksistensinya dalam siklus ekonomi Kota Bogor. Pemerintah daerah, kata dia, akan memberikan dukungan terhadap upaya tersebut.

“Pemerintah Kota Bogor dengan tangan terbuka akan terus siap memfasilitasi dan membantu dalam hal aksesibilitas, kolaborasi, serta sinergitas untuk peningkatan ekonomi,” tegasnya.

Pertumbuhan Ekonomi Kota Bogor dan Peran UMKM

Dalam kesempatan tersebut, Jenal juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dunia usaha. Menurutnya, dukungan kepada pelaku usaha tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi, tetapi juga membutuhkan bimbingan, supervisi produk, serta akses permodalan.

Karena itu, ia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan sektor perbankan untuk mempermudah akses pelaku usaha terhadap program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Akses terhadap permodalan menjadi salah satu hal yang disoroti dalam upaya memberikan dukungan kepada pelaku usaha. Jenal menekankan pentingnya peran berbagai pihak dalam membantu pelaku usaha menghadapi tantangan yang ada.

Selain akses permodalan, bimbingan dan supervisi produk juga menjadi perhatian. Dukungan tersebut diharapkan dapat berjalan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam kegiatan ekonomi.

Dalam agenda Temu Bisnis tersebut, peran pengusaha perempuan juga menjadi bagian dari pembahasan. Kegiatan yang diprakarsai IWAPI Kota Bogor menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk berbagi strategi dan mendapatkan pendampingan.

Ketua DPC IWAPI Kota Bogor, Dhany Rose, menjelaskan bahwa kegiatan Temu Bisnis tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Bogor, IWAPI, dan berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan tersebut difokuskan pada upaya berbagi strategi usaha dan pendampingan, terutama bagi perempuan kepala keluarga dan pelaku UMKM.

“Tentu kami berharap kepada Pemerintah Kota Bogor, terutama di bidang terkait, agar terus berkolaborasi dan memberikan pendampingan yang berkelanjutan terhadap kami,” tutur Dhany.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan IWAPI tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pendampingan kepada pelaku usaha. Selain berbagi strategi usaha, kegiatan Temu Bisnis juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan perempuan kepala keluarga dan pelaku UMKM.

Pemkot Dorong Kolaborasi dan Akses Permodalan

Peningkatan pertumbuhan ekonomi Kota Bogor yang disampaikan Jenal menunjukkan adanya tren positif dalam dua tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,15 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 5,45 persen pada 2025.

Untuk 2026, Jenal menyebut trennya diproyeksikan kembali naik. Namun, di tengah perkembangan tersebut, dunia usaha tetap menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Pemerintah Kota Bogor menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pelaku usaha dalam hal aksesibilitas, kolaborasi, dan sinergitas untuk peningkatan ekonomi.

Di sisi lain, OPD terkait dan sektor perbankan diminta untuk mempermudah akses terhadap program KUR bagi pelaku usaha. Langkah tersebut menjadi salah satu perhatian dalam memberikan dukungan terhadap perkembangan usaha.

Sementara itu, IWAPI Kota Bogor juga mendorong keberlanjutan kolaborasi dan pendampingan dari pemerintah daerah. Pendampingan tersebut secara khusus diharapkan dapat diberikan kepada pelaku UMKM dan perempuan kepala keluarga.

Melalui kegiatan Temu Bisnis, berbagai pihak yang terlibat dapat berbagi strategi usaha sekaligus membangun kolaborasi dalam mendukung pelaku usaha.

Pertumbuhan ekonomi Kota Bogor yang meningkat dalam dua tahun terakhir menjadi salah satu gambaran perkembangan ekonomi daerah. Peran UMKM, pengusaha perempuan, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian dari dinamika yang disampaikan dalam agenda tersebut.

Dengan dukungan berupa fasilitasi, kolaborasi, pendampingan, supervisi produk, serta akses permodalan, pemerintah daerah dan IWAPI terus mendorong penguatan peran pelaku usaha dalam perekonomian Kota Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *