BOGOR – Nurazizah Zikri, SH berhasil meraih Penghargaan Karyadhika Madya Tahun 2026 yang diberikan oleh Kementerian Hukum. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas inovasi dan prestasi pegawai dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Nurazizah Zikri atau yang akrab disapa Aziz, merupakan lulusan Program Studi Ilmu Hukum Universitas Pakuan Bogor, menerima penghargaan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum Nomor M.HH-33 KP.05.03 Tahun 2026.
Penghargaan Karyadhika Madya diberikan untuk memotivasi para pegawai agar terus menjadi aparatur negara yang profesional, inovatif, bertanggung jawab, jujur, adil, serta mampu menghasilkan prestasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Inovasi AHULink Percepat Pelayanan Publik
Salah satu alasan Nurazizah Zikri mendapatkan Penghargaan Karyadhika Madya 2026 adalah inovasi yang dihasilkan melalui sistem AHULink (AHU Layanan dan Informasi Elektronik).
Inovasi tersebut dikembangkan untuk menghapus penanganan ganda dalam pelayanan publik di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU).
Melalui AHULink, penanganan aduan masyarakat dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terintegrasi. Sistem ini juga menghadirkan terobosan berupa layanan telepon dan WhatsApp multipengguna yang dapat digunakan secara gratis dan bersamaan.
Inovasi AHULink tersebut mulai didaftarkan atas perintah Sekretaris Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum pada 20 Februari 2026.
Dengan sistem tersebut, proses pelayanan dan penanganan aduan masyarakat di lingkungan Ditjen AHU diharapkan menjadi semakin efektif, cepat, serta berkualitas.
Proses Seleksi Karyadhika Madya Berlangsung Ketat
Aziz mengatakan, proses untuk mendapatkan Penghargaan Karyadhika Madya tidak berlangsung singkat. Para peserta harus melalui sejumlah tahapan penilaian yang cukup ketat.
“Proses peraihan penghargaan ini melalui tahapan ketat, meliputi seleksi administrasi, presentasi, wawancara, hingga uji lapangan dan penilaian kelayakan yang melibatkan Badan Strategi Kebijakan (BSK), Pusdatin, Biro SDM, serta para akademisi,” kata Aziz, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga merupakan hasil kerja sama banyak pihak yang mendukung proses pengembangan inovasi pelayanan publik.
“Semua pencapaian ini diraih berkat kerja keras, kerja sama tim, dan dukungan positif dari berbagai pihak. Tidak ada keberhasilan yang dicapai seorang diri, penghargaan ini adalah bukti kekuatan kebersamaan,” ujar Aziz.
Penghargaan Jadi Motivasi Tingkatkan Pelayanan Publik
Aziz menambahkan, Penghargaan Karyadhika Madya 2026 menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai upaya dalam menciptakan pelayanan publik Ditjen AHU yang semakin prima dan berkualitas.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.
Menurut Aziz, transformasi pelayanan publik membutuhkan keberanian untuk berinovasi sekaligus kerja sama yang kuat antarpihak. Karena itu, inovasi seperti AHULink diharapkan dapat terus dikembangkan agar pelayanan masyarakat semakin mudah dan efisien.
Pesan Nurazizah Zikri untuk Lulusan Universitas Pakuan
Dalam kesempatan tersebut, Nurazizah Zikri juga menyampaikan pesan inspiratif bagi para lulusan Universitas Pakuan Bogor.
Ia mengingatkan agar para lulusan tidak merasa rendah diri ketika harus bersaing dengan lulusan perguruan tinggi ternama lainnya.
“Jangan pernah merasa minder dibandingkan lulusan perguruan tinggi ternama lainnya. Kualitas seseorang tidak diukur dari sekadar nama di atas kertas ijazah, melainkan dari seberapa baik dan benar ilmu yang diimplementasikan ke dalam karya nyata,” tutup Aziz.
Prestasi Nurazizah Zikri melalui inovasi AHULink menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh latar belakang pendidikan, tetapi juga oleh kemampuan mengimplementasikan pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat bagi pelayanan publik.
Editor: YB /***













