DINEWS.ID – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Federasi Mahasiswa Revolusioner (FMR) Bogor Raya mendatangi Gedung DPRD Kota Bogor, Kamis (2/7/2026), untuk menyampaikan aspirasi terkait penguatan transparansi dan pengawasan tata kelola pemerintahan daerah.
Kedatangan mereka diterima dalam forum audiensi bersama Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah catatan terkait pengelolaan aset daerah, dana aspirasi, hingga mekanisme pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.
Ketua Umum FMR Bogor Raya, Bagas Pamungkas, mengatakan aspirasi yang disampaikan merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat dalam hal transparansi dan akuntabilitas.
Di antaranya, FMR menyoroti pengelolaan aset daerah berupa kendaraan dinas yang diduga tidak seluruhnya digunakan sesuai peruntukan. Selain itu, mereka juga meminta kejelasan terkait pelaksanaan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD serta mekanisme pengadaan barang dan jasa yang dinilai perlu diawasi lebih ketat.
FMR juga mendorong adanya keterbukaan data pengadaan barang dan jasa dalam dua tahun terakhir, audit investigasi bersama Inspektorat, serta penelusuran lebih lanjut oleh aparat penegak hukum terhadap dugaan penyimpangan dalam pelaksanaannya.
“Aksi ini kami lakukan untuk mendorong kepastian hukum, keadilan, serta perbaikan tata kelola agar lebih transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” ujar Bagas.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso, menyampaikan bahwa pihaknya menerima seluruh masukan yang disampaikan mahasiswa beserta kajian pendukungnya.
Ia menegaskan DPRD akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui fungsi pengawasan sesuai mekanisme yang berlaku. Setiap informasi yang disampaikan akan dikaji lebih lanjut untuk memastikan tata kelola pemerintahan tetap berjalan secara transparan dan akuntabel. (Red)













