Daerah  

Dua Halte BisKita di Kota Bogor Ditutup Sementara, Belum Ada Kepastian Dibuka Kembali

WhatsApp Image 2026 07 02 at 20.57.34
BisKita Kota Bogor

DINEWS.IDDinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor menonaktifkan sementara dua titik pemberhentian Biskita Trans Pakuan di Koridor 2 rute Bubulak–Ciawi. Dua halte yang ditutup tersebut yakni Bus Stop Wangun dan Bus Stop Biotrop.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin, mengatakan kebijakan tersebut mulai diberlakukan sejak Senin, 29 Juni 2026.

Menurut Dody, penutupan sementara dilakukan untuk menjaga kondusivitas di lapangan sekaligus menindaklanjuti aspirasi para pengemudi angkutan kota (angkot) Trayek 21 yang sebelumnya menyampaikan keberatan terhadap keberadaan sejumlah bus stop baru di Koridor 2.

Sebelumnya, Dishub Kota Bogor mengaktifkan 35 bus stop baru guna memperluas jangkauan layanan Biskita Trans Pakuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 titik atau sekitar 50 persen berada di sepanjang Koridor 2.

Kebijakan itu kemudian mendapat penolakan dari pengemudi angkot yang meminta delapan titik bus stop dinonaktifkan karena dinilai berdampak terhadap operasional angkutan konvensional.

Sebagai jalan tengah, Pemerintah Kota Bogor hanya menyetujui penutupan dua titik bus stop, yakni Wangun dan Biotrop.

“Dari sejumlah tuntutan yang disampaikan terkait penonaktifan delapan bus stop, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perhubungan hanya mengakomodasi dua titik, yaitu Bus Stop Wangun dan Bus Stop Biotrop,” kata Dody saat ditemui, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk perhatian terhadap aspirasi pengemudi angkot Trayek 21 rute Ciawi–Baranangsiang yang sebelumnya menggelar aksi penyampaian pendapat terkait keberadaan bus stop di sepanjang koridor tersebut.

“Ini merupakan bentuk keseimbangan antara peningkatan pelayanan transportasi publik melalui Biskita dan perhatian terhadap aspirasi para pelaku angkutan umum,” ujarnya.

Meski demikian, Dody menegaskan belum ada kepastian kapan kedua halte tersebut akan kembali dioperasikan. Menurutnya, Dishub masih akan memantau perkembangan situasi di lapangan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

“Evaluasi terhadap kebijakan ini akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek pelayanan masyarakat, keselamatan, serta kondisi operasional transportasi di lapangan,” pungkasnya. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *