Tidak ada kriteria khusus untuk desa sebagai lokasi KKN tematik mandiri. Hanya penyesuaian yang tergantung dari masing-masing potensi dan kebutuhannya, setiap desa itu berbeda.
“Misalnya yang kekuatannya untuk dijadikan desa wisata. Nah itu yang di dorong. Kemudian ada desa yang mengandalkan sektor pertanian, ada desa yang kekuatannya untuk UMKM tradisional. Sesuai dengan potensi desa masing-masing,” tuturnya.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh 38 pimpinan perguruan tinggi dan 18 Profesor tersebut, Rektor Universitas Pakuan Bogor, Prof., Dr., Ir., H. Didik Notosudjono, M.Sc., juga menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung program-program LLDIKTI Wilayah IV membangun desa, dan berharap program-program tersebut berjalan dan tercapai dengan baik.
“Sebelumnya ada 7 mahasiswa Pakuan Bogor yang turut serta, kemudian sekarang ada 14 mahasiswa dari semua Fakultas. Dan kita biayai sendiri,” pungkasnya. /***













