Ia juga menerangkan, jika kuliah kerja nyata (KKN) tematik mandiri di bawah LLDIKTI memiliki empat tipe. Antara lain, hanya berlangsung enam minggu. Kemudian untuk tipe ke dua hingga ke empat dilaksanakan selama empat bulan.
“Lain dengan Regular, yang hanya 2 SKS. Mahasiswa mendapatkan sekitar 20 SKS dari KKN Tematik mandiri membangun desa. Dan untuk tahun ini akan berlangsung di kabupaten Sumedang,” tutur Endang.
Biaya yang dibutuhkan untuk KKN tematik mandiri membangun desa dibebankan ke perguruan tinggi. Sebab, kegiatan tersebut menjadi salah satu bukti adanya kesesuaian antara perguruan tinggi dengan masyarakat di KKN tematik tipe empat.
“Ada 18 PTN di luar LLDIKTI Wilayah IV, yang ikut bersama-sama di Kabupaten Sumedang,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI, M. Samsuri menuturkan, untuk KKN tematik mandiri 2024 ada 1.447 mahasiswa akan terjun ke masyarakat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang menyediakan 251 desa, namun baru bisa penuhi 150 desa saja.
“Selama empat bulan mereka ada di desa, saling belajar kepada masyarakat. Dan mahasiswa juga dengan dosen pendampingnya bisa memberikan inovasi kepada masyarakat,” ucapnya.













