DINEWS.ID – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, meninjau langsung progres pembangunan trase jalan baru di kawasan Batutulis, Kamis (9/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan pengerjaan proyek berjalan lebih cepat dari target sekaligus menyoroti sejumlah persoalan yang masih harus diselesaikan, mulai dari kondisi turap milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), sistem drainase, hingga pembebasan lahan warga.
Jenal mengatakan progres fisik pembangunan trase jalan saat ini telah mencapai 22 persen. Capaian tersebut dinilai lebih cepat dari jadwal berkat penambahan alat berat dan armada pengangkut tanah dalam beberapa hari terakhir.
“Target penyelesaian di RAB sebenarnya bulan November. Namun, kami kejar agar akhir Oktober sudah selesai sepenuhnya. Kami berharap semuanya berjalan lancar,” ujar Jenal.
Menurutnya, percepatan proyek menjadi penting karena jalur Batutulis merupakan akses utama menuju Hotel Green Forest yang akan menjadi lokasi enam cabang olahraga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Kota Bogor diproyeksikan akan menerima sekitar 28 ribu atlet selama ajang tersebut berlangsung.
“Otomatis akses jalan ini menjadi wajah Kota Bogor sebagai tuan rumah. Kami berharap semuanya bersih, selesai, dan aman tanpa ada kendala,” katanya.
Di balik progres pembangunan yang dinilai positif, Jenal mengingatkan masih ada pekerjaan penting yang menjadi kewenangan PT KAI, yakni perbaikan turap atau dinding penahan tanah di sekitar proyek.
Ia menilai kondisi turap saat ini cukup mengkhawatirkan karena telah terlihat rembesan air dan perubahan kontur tanah. Menurutnya, pembangunan jalan akan sia-sia apabila struktur penahan tanah tersebut tidak segera diperbaiki.
“Selaku perwakilan pemerintah kota dan masyarakat, kami ingin semuanya selesai secara simultan. Percuma jalan ini selesai dengan anggaran besar jika nantinya justru memicu bencana. Kami berharap PT KAI segera bergerak cepat,” tegasnya.
Jenal mengungkapkan PT KAI saat ini tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk perbaikan turap yang ditargetkan rampung pekan ini. Setelah itu, Pemerintah Kota Bogor akan mengundang PT KAI untuk memaparkan rencana pengerjaan agar pelaksanaannya dapat berjalan seiring dengan pembangunan trase jalan.
Selain persoalan turap, Pemerintah Kota Bogor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah menyiapkan rekayasa sistem drainase untuk mengantisipasi genangan air di kawasan tersebut.
Saluran drainase yang ada saat ini dinilai tidak mampu menampung debit air dari trase jalan baru. Karena itu, aliran air nantinya akan dibagi ke dua jalur, yakni satu dialirkan lurus ke bawah rel kereta api dan satu jalur lainnya menuju bawah underpass PT KAI.
Jenal juga memastikan kebersihan jalan selama proses pembangunan tetap menjadi perhatian. Sisa material tanah yang terbawa kendaraan proyek dibersihkan setiap sore menggunakan alat penyemprot bertekanan tinggi agar tidak menyebabkan jalan licin maupun mengganggu lalu lintas.
Dalam peninjauan tersebut, terungkap pula adanya pembebasan dua bidang rumah warga yang berada tepat di sisi area proyek.
Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjelaskan pembebasan lahan tersebut bukan untuk pelebaran jalan, melainkan sebagai langkah memenuhi aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Pembebasan dua bidang rumah ini hanya terkait aspek K3. Posisi rumah warga berada lebih rendah, sementara proyek berada di elevasi yang lebih tinggi sehingga dikhawatirkan ada material yang jatuh dan membahayakan penghuni,” jelasnya.
Ia memastikan lebar trase jalan tidak mengalami perubahan. Lahan bekas rumah warga nantinya akan dimanfaatkan sebagai area pedestrian maupun saluran drainase tambahan.
Jenal mengapresiasi sikap kooperatif warga yang bersedia mengosongkan rumah lebih dahulu meski proses pembayaran ganti rugi masih menunggu penganggaran melalui APBD Perubahan Kota Bogor 2026.
“Alhamdulillah pemilik rumah bersedia pindah terlebih dahulu sebelum menerima pembayaran. Proses pembebasan lahan harus mengikuti regulasi dan melalui penilaian tim appraisal. Anggarannya akan diusulkan dalam APBD Perubahan 2026,” pungkasnya. (Yis)













