DINEWS.ID – Modus penipuan berkedok rekrutmen lowongan kerja (loker) kembali memakan korban di Kota Bogor. Seorang pencari kerja berinisial RR kehilangan sepeda motor setelah diduga ditipu pria yang mengaku sebagai staf Human Resources Development (HRD) sebuah perusahaan.
Peristiwa tersebut terjadi di RSO Co-Working Space, Ruko Permata Yasmin, Kecamatan Bogor Barat, pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
RR mengatakan, awalnya ia menemukan informasi lowongan kerja melalui media sosial dan menghubungi nomor yang tertera pada iklan tersebut. Proses perekrutan diawali dengan wawancara melalui aplikasi WhatsApp.
Beberapa jam kemudian, pelaku menghubungi korban dan mengajaknya bertemu secara langsung di sebuah co-working space yang disebut sebagai kantor cabang perusahaan.
Untuk meyakinkan korban, pelaku yang mengenakan masker, kaus oblong, dan celana panjang mengaku sedang membuka rekrutmen karyawan.
“Saya diiming-imingi gaji dan dijanjikan akan ada training. Awalnya dijelaskan akan membantu mendata stok barang, tapi setelah itu posisi saya dialihkan menjadi kurir untuk mengantar barang ke klien,” ujar RR saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2026).
Berdalih Cek GPS, Pelaku Bawa Kabur Motor Korban
Aksi penipuan diduga mulai dijalankan ketika pelaku meminta korban menggunakan sepeda motornya untuk operasional kerja. Pelaku beralasan kendaraan tersebut perlu diperiksa kelayakannya sekaligus dipasangi alat pelacak (GPS) sesuai prosedur perusahaan.
Menurut RR, pelaku sempat meminta kunci motor secara memaksa. Karena percaya dengan penjelasan tersebut, ia akhirnya menyerahkan kunci kendaraan.
Korban bahkan sempat ikut keluar menuju area parkir dan naik ke atas motor bersama pelaku. Namun sesaat kemudian pelaku meminta RR turun dengan alasan akan melakukan pengecekan.
Begitu korban turun dari motor, pelaku langsung memacu kendaraan dan melarikan diri. Setelah kejadian itu, dua nomor telepon yang sebelumnya digunakan pelaku tidak lagi dapat dihubungi.
“Saya baru sadar kalau ternyata menjadi korban penipuan. Motor saya langsung dibawa kabur,” katanya.
Kecurigaan korban semakin kuat setelah mengonfirmasi identitas pelaku kepada pengelola RSO Co-Working Space.
Pihak pengelola menyatakan pria tersebut bukan penyewa tetap maupun pihak yang mereka kenal. Dengan demikian, lokasi tersebut diduga hanya dijadikan tempat untuk meyakinkan korban dalam melancarkan aksi penipuan.
Akibat kejadian tersebut, RR kehilangan satu unit sepeda motor Honda PCX tahun 2025 bernomor polisi F 5825 FKJ. Motor tersebut memiliki ciri khusus berupa shockbreaker belakang merek RCB berwarna kuning.
Korban mengaku STNK asli kendaraan ikut terbawa karena tersimpan di dalam bagasi motor.
Meski demikian, RR tetap melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan tersebut ke Polsek Bogor Barat dengan membawa surat keterangan dari perusahaan pembiayaan (leasing) sebagai kelengkapan administrasi.
Korban berharap masyarakat lebih berhati-hati terhadap modus rekrutmen kerja yang meminta pelamar datang ke lokasi tanpa identitas perusahaan yang jelas maupun menyerahkan kendaraan pribadi dengan dalih keperluan operasional. (Yis)













