DINEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi memulai pembangunan Off-Ramp Ciawi Selatan melalui kegiatan Kick Off yang digelar di Lorena Sporthub, Kamis (9/7/2026). Proyek strategis ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Bogor Selatan sekaligus mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan Simpang Ciawi.
Pembangunan Off-Ramp Ciawi Selatan merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Bogor, PT Trans Jabar Tol, dan PT Suryamas Duta Makmur yang kini menjadi bagian dari Sinar Mas Land, pada 15 Juli 2025.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bogor dengan PT Trans Jabar Tol, Kementerian Pekerjaan Umum, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Waskita Karya (Persero), serta Sinar Mas Land dalam menghadirkan solusi atas kebutuhan akses keluar-masuk Tol Ciawi Selatan.
Selama ini, akses Tol Ciawi Selatan hanya melayani kendaraan yang menuju Tol Jagorawi arah Bogor maupun Jakarta. Dengan dibangunnya off-ramp baru, kendaraan dari arah Jakarta maupun Bogor nantinya dapat langsung keluar melalui Tol Ciawi Selatan tanpa harus melewati Gerbang Tol Ciawi dan Simpang Pasar Ciawi.
“Selama ini masyarakat Bogor Selatan yang pulang dari arah Jakarta atau Bogor melalui jalan tol harus keluar di Gerbang Tol Ciawi dan melanjutkan perjalanan melalui Simpang Pasar Ciawi. Dengan adanya off-ramp ini, masyarakat dapat langsung keluar melalui Tol Ciawi Selatan sehingga perjalanan menjadi lebih cepat dan efisien,” ujar Dedie.
Menurutnya, kehadiran akses baru tersebut akan menjadi solusi permanen dalam meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas wilayah, sejalan dengan semangat Bogor Lancar. Selain mengurangi beban lalu lintas di Simpang Ciawi, proyek ini juga akan memperlancar akses menuju Kelurahan Rancamaya, Bojongkerta, Genteng, Cipaku, dan Harjasari.
Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bogor yang menghadirkan terobosan pembangunan melalui skema pembiayaan kreatif (creative financing) tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
DPRD Kota Bogor, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai program pembangunan yang memberikan kemudahan akses dan pemerataan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk tumbuh, berkembang, dan meningkatkan kesejahteraan.
Dukungan terhadap proyek ini juga datang dari para mitra pembangunan. Perwakilan Sinar Mas Land, Aprina Supriani, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung berbagai program pemerintah melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk mewujudkan kelancaran lalu lintas di Kota Bogor.
Hal senada disampaikan perwakilan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Nabila Syaira, yang menegaskan dukungan perusahaan bersama PT Trans Jabar Tol terhadap visi Pemerintah Kota Bogor dalam meningkatkan konektivitas wilayah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menjelaskan bahwa pembangunan Off-Ramp Exit Tol Ciawi Selatan Km 48A telah melalui proses perencanaan dan perizinan yang komprehensif.
Berbagai tahapan telah diselesaikan, mulai dari penyusunan studi kelayakan, desain awal, analisis dampak lalu lintas, kajian kebutuhan pengadaan tanah, kajian sosial dan lingkungan, hingga kesesuaian tata ruang. Seluruh proses tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif bersama Direktorat Jenderal Bina Marga, PT Trans Jabar Tol, kementerian dan lembaga terkait, serta para pemangku kepentingan.
Selain itu, berbagai persetujuan strategis juga telah diterbitkan, antara lain izin prinsip pembukaan akses keluar Jalan Tol Ciawi–Sukabumi Km 48A, kesepakatan pembangunan antara Pemerintah Kota Bogor dan PT Trans Jabar Tol, persetujuan pemanfaatan ruang, persetujuan lingkungan hidup, persetujuan analisis dampak lalu lintas, hingga persetujuan Rencana Teknis Akhir (RTA) yang menjadi dasar pelaksanaan konstruksi fisik.
“Pembangunan Off-Ramp Exit Tol Ciawi Selatan merupakan salah satu proyek strategis Pemerintah Kota Bogor untuk meningkatkan konektivitas wilayah dan mengurangi kemacetan di Simpang Ciawi yang menjadi simpul transportasi utama penghubung Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Sukabumi, dan kawasan Jabodetabek,” ujar Juniarti.
Dengan terpenuhinya seluruh persyaratan administrasi, teknis, tata ruang, lingkungan, dan lalu lintas, pembangunan fisik kini resmi dimulai.
Pemerintah Kota Bogor berharap proyek ini dapat diselesaikan sesuai target dengan kualitas yang baik sehingga mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat, mengurangi kemacetan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Bogor dan wilayah sekitarnya. (Red)













