DINEWS.ID -Kebijakan larangan study tour dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui Surat Edaran (SE) resmi berdampak signifikan terhadap bisnis transportasi pariwisata di Kota Bekasi. Sejumlah perusahaan otobus (PO) wisata mengalami penurunan pendapatan hingga 40 persen, sementara puluhan karyawan terpaksa dirumahkan akibat sepinya permintaan.
Pantauan di lapangan, puluhan armada milik PO Pariwisata Metropolitan di Bekasi Utara terlihat tidak beroperasi dan hanya terparkir di garasi. Para sopir dan kru tampak membersihkan kendaraan tanpa aktivitas operasional.
“Dampaknya besar sekali. Biasanya masa libur sekolah menjadi momen ramai, sekarang sepi total,” kata pengurus PO Pariwisata Metropolitan, Tatang, Jumat (25/7/2025).
Ia menjelaskan, sejak terbitnya SE Gubernur yang melarang kegiatan studi tour, rekreasi, dan piknik dari sekolah-sekolah, permintaan sewa bus langsung terhenti. Armada yang biasanya digunakan untuk perjalanan pelajar ke Bandung, Yogyakarta, dan destinasi wisata lainnya kini tidak lagi beroperasi.
Tatang menyebut, sekitar 40 karyawan terdampak dan sebagian besar tidak lagi bekerja. “Untuk makan keluarga saja susah. Dulu mobil selalu jalan, sekarang menganggur. Pendapatan turun 40 persen,” ujarnya.
Ia berharap Gubernur Jawa Barat meninjau ulang kebijakan tersebut karena sektor transportasi pariwisata ikut menopang ekonomi masyarakat kecil.
“Harapan kami, Pak Dedi bisa mempertimbangkan kembali agar kebijakan itu dicabut,” pungkasnya. ***













