Kemarau Ekstrem Meluas, Enam Kecamatan di Kabupaten Tangerang Dilanda Krisis Air Bersih

dampak kekurangan air bersih ancaman serius bagi kesehatan dan lingkungan
Ilustrasi Krisis Air Bersih. Foto: Istimewa

DINEWS.ID – Dampak musim kemarau ekstrem di Kabupaten Tangerang, Banten, kian meluas. Hingga Kamis (23/7/2026), sedikitnya enam kecamatan mengalami krisis air bersih, sehingga warga mulai bergantung pada bantuan distribusi air dari Palang Merah Indonesia (PMI).

Kepala Markas PMI Kabupaten Tangerang, Hadi Fauzi, mengatakan permohonan bantuan air bersih telah diterima dari delapan desa yang tersebar di enam kecamatan, yakni Panongan, Curug, Kelapa Dua, Sukadiri, Kronjo, dan Mekar Baru.

“Delapan desa itu berada di Kecamatan Panongan, Curug Kulon, Bojong Nangka di Kelapa Dua, Desa Gintung dan Kosambi di Sukadiri, Desa Muncung di Kronjo, serta Desa Jenggot dan Dadap Dalam di Kecamatan Mekar Baru,” kata Hadi, Kamis (23/7/2026).

PMI mencatat, hingga saat ini baru dua kecamatan yang telah menerima bantuan air bersih. Masing-masing wilayah mendapatkan pasokan sebanyak 10.000 liter, sementara distribusi ke wilayah lainnya masih menunggu jadwal penyaluran.

“Baru dua kecamatan yang sudah disuplai. Untuk kecamatan lainnya yang telah mengajukan permohonan akan segera kami jadwalkan,” ujarnya.

Hadi memastikan PMI akan terus mendistribusikan bantuan air bersih selama musim kemarau masih berlangsung. Program tersebut merupakan bagian dari penugasan PMI Pusat yang dijadwalkan berlangsung hingga Mei 2027.

“Suplai air bersih ini merupakan instruksi dari PMI Pusat dan akan terus berjalan hingga sekitar Mei tahun depan,” katanya.

Meluasnya krisis air bersih terlihat dari bertambahnya wilayah terdampak. Sehari sebelumnya, Rabu (22/7/2026), kekeringan baru dilaporkan terjadi di lima kecamatan. Kini jumlahnya bertambah menjadi enam kecamatan.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang sebelumnya telah memetakan sekitar 20 kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan selama puncak musim kemarau tahun ini. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah dan PMI terus bersiaga mengantisipasi bertambahnya wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *