DINEWS.ID – Komunitas Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN) terus memperluas diplomasi kebudayaan di tingkat internasional guna mendukung pengajuan golok tradisional Nusantara sebagai warisan budaya dunia.
Dewan Pembina GPSN, Gatut Susanta, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja melakukan kunjungan ke Jepang pada bulan lalu. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan GPSN berdiskusi dan menjalin hubungan dengan komunitas Samurai Jepang sebagai bagian dari upaya memperkenalkan serta memperkuat eksistensi golok Nusantara di mata dunia.
“Bulan lalu kami berkunjung dan bergabung dengan komunitas Samurai di Jepang. Melalui kegiatan silaturahmi yang terus kami bangun ini, mudah-mudahan dapat memberikan hasil terbaik bagi upaya pelestarian budaya kita,” ujar Gatut Susanta di sela pameran pusaka di Kota Bogor, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Gatut, penguatan jejaring internasional tersebut sejalan dengan perkembangan positif proses pengajuan golok Nusantara ke UNESCO. Saat ini, seluruh persyaratan administrasi awal di UNESCO Jakarta telah dinyatakan lengkap dan prosesnya telah memasuki tahap pembahasan substansi di Direktorat Kebudayaan.
Ia menjelaskan, langkah diplomasi budaya yang dilakukan GPSN juga menjadi strategi penting untuk mengantisipasi potensi klaim budaya oleh negara lain. Menurutnya, sebuah warisan budaya akan semakin kuat posisinya apabila didukung oleh komunitas yang aktif menjaga, merawat, dan mengembangkannya secara berkelanjutan.
“Selama ada komunitas yang terus bergerak melestarikan budaya tersebut, maka peluang terjadinya klaim sepihak dapat diminimalisasi,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen pelestarian, GPSN secara rutin menggelar pameran pusaka setiap dua hingga tiga bulan sekali. Kegiatan tersebut bertujuan menjaga eksistensi cagar budaya di tengah perkembangan era digital sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah dan budaya bangsa.
Selain itu, GPSN juga memperkuat gerakan pelestarian melalui kolaborasi dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) serta pemanfaatan teknologi digital yang direncanakan terus berkembang hingga 2027 mendatang.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Denny Mulyadi, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi GPSN dalam menjaga dan merawat warisan budaya Nusantara.
Menurut Denny, proses pengajuan golok Nusantara ke UNESCO harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mengangkat nilai budaya lokal ke tingkat internasional sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat terhadap identitas budaya bangsa.
“Ini patut diapresiasi. Selain sebagai upaya pelestarian budaya, kegiatan ini juga mendukung gerakan golok sebagai simbol kekuatan, kekayaan, keberanian, sekaligus sarana edukasi mengenai sejarah, filosofi, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Mari jadikan momentum ini untuk memperkuat kolaborasi bersama,” ujar Denny.
Pengajuan golok Nusantara ke UNESCO diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengakuan dunia terhadap kekayaan budaya Indonesia sekaligus memastikan warisan leluhur tersebut tetap lestari bagi generasi mendatang. (Yis)













