DINEWS.ID – Koleksi benda bersejarah di Museum Pajajaran, Batutulis, kembali bertambah dengan hadirnya sebuah karya seni bernilai tinggi. Museum yang kini tengah dipersiapkan menjadi destinasi wisata unggulan tersebut, baru saja menerima hibah berupa lukisan Sukarno muda yang berasal dari kolektor aset sejarah.
Kurator Museum Pajajaran, Andri Ersada, mengungkapkan bahwa lukisan tersebut merupakan hibah dari H. Mukawa Ali, seorang kolektor aset sejarah yang tinggal di kawasan Gadog, Bogor. Karya seni bersejarah ini telah dibawa dan disimpan di museum sejak awal bulan Juli.
”Lukisan Sukarno muda di Museum Pajajaran, hibah dari kolektor aset sejarah, H. Mukawa Ali yang tinggal di Gadog, Bogor. Lukisan dibawa ke museum sejak awal Juli,” ujar Kurator Museum Pajajaran, Andri Ersada, Kamis (23/7/2026).
Berdasarkan penandaan atau tanda yang tertera pada karya tersebut, lukisan ini diduga kuat merupakan hasil goresan tangan maestro pelukis ternama, Basuki Abdullah.
”Dari tanda yang ada di lukisan, diduga merupakan karya Basuki Abdullah. Usia pasti lukisan masih belum diketahui,” jelas Andri.
Mengenai usia karya, pihak museum memberikan ralat dari estimasi awal. Lukisan Sukarno muda ini diperkirakan berusia sekitar 60 hingga 80 tahun.
Kendati demikian, jika merujuk secara spesifik pada rentang masa Pemerintahan Sukarno (1945–1965), karya seni langka ini menyimpan nilai sejarah yang sangat kuat bagi khazanah kebudayaan di Kota Bogor.
Lukisan tersebut merupakan salah satu koleksi dari total 103 koleksi yang tersedia di museum panjajaran Kota Bogor. Kementerian budaya menyumbang 34 koleksi, dari Pemkot Bogor itu 19 koleksi, dari masyarakat itu ada 50 koleksi.
Sebelumya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Firdaus mengatakan bahwa Muesum Panjajaran mendapat dukungan penuh terhadap misi ini juga datang dari pemerintah pusat melalui persetujuan anggaran lanjutan sebesar Rp13,5 miliar.
Ia menjelraskan bahwa dana tersebut akan mulai dieksekusi pada September atau Oktober mendatang oleh BPK9 untuk menata interior ruangan, sterilisasi jendela belakang, peningkatan sistem keamanan CCTV, hingga pembangunan infrastruktur utama penunjang wisata.
”Dari anggaran kementerian nanti, prioritas utama adalah pembangunan menara. Ya, ada dua menara. Ditambah nanti pembangunan pagar. Jadi pagar di depannya, sama kita akan ditinggikan. Tapi bukan pagar tembok, tapi besi,” pungkas Firdaus. (Yis)













