Bareskrim Tangkap Frans Antoni, Bendahara Jaringan Narkoba Fredy Pratama di Malaysia

WhatsApp Image 2026 06 19 at 21.57.45
Bendahara Fredy Pratama diringkus Bareskrim. Foto: Istimewa

DINEWS.ID – Bareskrim Polri menangkap Frans Antoni, yang disebut sebagai bendahara jaringan narkoba internasional milik buronan Fredy Pratama, di Malaysia. Frans diamankan bersama istrinya oleh penyidik Subdirektorat IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, Frans Antoni telah berhasil diamankan dan kini berada dalam penanganan penyidik.

“Iya betul Frans Antoni ditangkap,” kata Eko kepada wartawan, Jumat (19/6).

Berdasarkan pantauan di Gedung Bareskrim Polri, Frans dan istrinya tiba sekitar pukul 15.35 WIB. Keduanya tidak memberikan keterangan kepada awak media yang telah menunggu kedatangan mereka.

Penangkapan Frans Antoni menjadi perkembangan terbaru dalam upaya aparat membongkar jaringan narkotika internasional yang dikendalikan Fredy Pratama. Hingga kini, Fredy masih berstatus buron dan diduga berada di luar negeri.

Fredy, yang juga dikenal dengan sejumlah nama alias seperti Miming dan Cassanova, disebut memiliki pengaruh kuat dalam jaringan perdagangan narkotika di kawasan Asia Tenggara. Ia diduga kerap berpindah lokasi, termasuk di wilayah Thailand dan Kamboja, untuk menghindari penangkapan.

Bareskrim Polri sebelumnya mengungkap telah menyita sekitar 10,2 ton sabu yang terafiliasi dengan jaringan Fredy Pratama di Indonesia sepanjang periode 2020 hingga 2023. Dari hasil analisis Direktorat Tindak Pidana Narkoba, sebagian besar peredaran narkotika di Indonesia disebut memiliki keterkaitan dengan jaringan tersebut.

Penyidik juga mengungkap bahwa sindikat Fredy diduga secara rutin menyelundupkan sabu dan ekstasi ke Indonesia dengan jumlah antara 100 hingga 500 kilogram per bulan. Dalam operasinya, jaringan tersebut disebut menggunakan berbagai modus, termasuk menyamarkan sabu dalam kemasan teh untuk mengelabui petugas.

Hingga saat ini, aparat masih terus melakukan pengejaran terhadap Fredy Pratama serta mengembangkan penyidikan guna mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dalam peredaran narkotika lintas negara tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *