DINEWS.ID – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengapresiasi berbagai karya inovasi terapan yang dihasilkan dosen dan mahasiswa dalam ajang Vocational Agriculture Competition and Innovation (VOCANOVA) 2026.
Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Kabupaten Bogor, pada 3–5 November 2026. Berbagai hasil riset dan rekayasa teknologi dari insan pendidikan vokasi pertanian ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Idha menilai, karya yang dipamerkan tidak hanya memiliki nilai akademis, tetapi juga berpotensi menjawab kebutuhan nyata petani. Menurutnya, inovasi yang baik harus mudah diterapkan, efisien, dan tepat guna sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung di lapangan.
“Inovasi terapan yang dihasilkan oleh dosen maupun mahasiswa sangat applicable. Maksudnya, betul-betul bisa diterapkan langsung oleh petani kita karena memenuhi kriteria seperti tidak terlalu rumit, efisien, dan tepat guna,” ujar Idha Widi Arsanti di BBPMKP Ciawi, Rabu (4/11/2026).
Selain kategori Inovasi dan Karya, Idha juga menyoroti sejumlah kategori lain, yakni Cerdas Cermat, Video Kreatif, dan Teaching Factory (TEFA). Menurutnya, kategori-kategori tersebut memiliki peran dalam mengembangkan kompetensi akademik sekaligus membentuk karakter mahasiswa.
Ia menyebut VOCANOVA menjadi ruang bagi mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) untuk mengasah rasa percaya diri, daya kritis, serta keberanian menyampaikan pendapat dan berdiskusi.
Melalui kompetisi Cerdas Cermat, misalnya, mahasiswa didorong untuk terus belajar, mengembangkan pengetahuan, dan berani menghadapi persaingan di tingkat nasional.
“Lomba Cerdas Cermat memberikan semangat kepada para mahasiswa untuk terus berkembang, belajar, dan melatih keberanian. Kesempatan bertanding di tingkat nasional ini harus terus kita lakukan agar mereka makin percaya diri menjadi generasi penerus pertanian yang mumpuni,” tambahnya.
VOCANOVA Diproyeksikan Menjadi Agenda Tahunan
Melihat dampak positif penyelenggaraan perdana VOCANOVA 2026, BPPSDMP Kementerian Pertanian berencana menjadikan kompetisi vokasi tersebut sebagai agenda rutin tahunan.
Ke depan, jangkauan kepesertaan juga berpeluang diperluas. Jika pada penyelenggaraan pertama ini peserta berasal dari tujuh unit pelaksana teknis (UPT) internal Kementerian Pertanian, pada pelaksanaan berikutnya kompetisi diharapkan dapat melibatkan sekolah vokasi dari kementerian dan lembaga lain.
Idha mengatakan, perluasan tersebut akan dikoordinasikan agar VOCANOVA memperoleh perhatian lebih dari pimpinan. Dengan begitu, kompetisi tidak hanya menjadi ajang internal, tetapi juga dapat melibatkan jaringan pendidikan vokasi yang lebih luas.
“Meskipun baru pertama kali digelar, ajang ini sangat baik untuk dirutinkan. Tahun depan akan kita koordinasikan agar mendapat atensi lebih dari pimpinan. Ketika mendapat atensi lebih, kita bisa membuka kepesertaan tidak hanya di internal saja, tetapi juga secara eksternal melalui jaringan asosiasi pendidikan vokasi,” tegas Idha.
Pada penyelenggaraan tahun ini, VOCANOVA 2026 diikuti 69 peserta yang mewakili tujuh institusi pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian. Ketujuh institusi tersebut meliputi Polbangtan Bogor, Polbangtan YOMA, Polbangtan Malang, Polbangtan Medan, Polbangtan Gowa, Polbangtan Manokwari, serta PEPI.
Rangkaian kegiatan mencapai puncaknya melalui Malam Penganugerahan juara yang digelar pada Rabu (4/11/2026) malam.
Melalui kompetisi ini, BPPSDMP mendorong pengembangan inovasi terapan sekaligus peningkatan kemampuan mahasiswa pendidikan vokasi. Harapannya, karya dan kompetensi yang lahir dari lingkungan pendidikan tersebut dapat mendukung kebutuhan sektor pertanian. (Yis)







