DINEWS.ID — Kabar terbaru datang dari kasus meninggalnya ARK (16), remaja pendukung Persib Bandung yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Raya Jakarta–Bogor, Kabupaten Bogor, setelah menyaksikan pertandingan Persib melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Minggu malam, 25 Oktober 2026. Keluarga almarhum menyebut terduga pelaku telah ditangkap jajaran Polres Bogor dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam.
Informasi tersebut disampaikan keluarga korban melalui sebuah video yang diunggah akun Instagram @infojawabarat. Dalam video itu, keluarga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto dan jajaran Polres Bogor atas penanganan kasus yang menimpa almarhum.
Keluarga juga menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Pernyataan tersebut menjadi perkembangan terbaru di tengah beredarnya beragam informasi mengenai penyebab meninggalnya remaja tersebut.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bupati dan Polres Bogor telah menangkap pelaku kurang lebih 1 x 24 jam. Untuk selebihnya terkait hukum, kami serahkan kepada kepolisian,” demikian pernyataan keluarga korban dalam video tersebut.
Keluarga turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor dan Polres Bogor atas perhatian yang diberikan sejak peristiwa tersebut terjadi. Mereka berharap penanganan perkara selanjutnya dapat berjalan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Informasi mengenai penangkapan itu juga disebut telah dibenarkan oleh Kepala Desa Sukamantri dan Camat Tamansari. Meski demikian, rincian mengenai identitas pihak yang ditangkap, kronologi penangkapan, serta dugaan peran masing-masing pihak masih menunggu penjelasan resmi dari kepolisian.
Keluarga Luruskan Informasi yang Beredar
Kabar terbaru dari keluarga tersebut turut menjadi perhatian di tengah simpang siur informasi yang beredar di media sosial. Sebelumnya, muncul informasi yang mengaitkan meninggalnya ARK dengan kecelakaan lalu lintas.
Dalam perkembangan yang disampaikan keluarga, peristiwa tersebut berkaitan dengan dugaan pengeroyokan. Namun, untuk memastikan rangkaian kejadian secara menyeluruh, masyarakat tetap perlu menunggu keterangan resmi dari aparat penegak hukum.
Kepastian mengenai penyebab kematian, kronologi kejadian, dan pihak-pihak yang terlibat merupakan bagian penting dalam proses penanganan perkara. Karena itu, informasi yang beredar di media sosial perlu disikapi secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Keluarga almarhum sendiri telah menyatakan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian. Sikap tersebut menunjukkan bahwa mereka mempercayakan pengungkapan perkara kepada aparat yang berwenang.
Di sisi lain, Polres Bogor disebut akan segera memberikan keterangan kepada awak media mengenai kronologi kasus tersebut. Penjelasan itu diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan publik, termasuk mengenai perkembangan penanganan perkara dan hasil pendalaman yang telah dilakukan penyidik.
ARK Ditemukan di Jalan Raya Jakarta–Bogor
ARK merupakan remaja berusia 16 tahun yang berasal dari Kampung Kebon Dukuh, Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Ia diketahui merupakan pendukung Persib Bandung dan masih duduk di bangku kelas satu SMA.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, ARK menyaksikan pertandingan antara Garudayaksa FC dan Persib Bandung di Stadion Pakansari, Cibinong, pada Minggu malam, 25 Oktober 2026.
Setelah pertandingan, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan bersimbah darah di Jalan Raya Jakarta–Bogor KM 50, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Peristiwa tersebut menyisakan duka bagi keluarga, kerabat, serta teman-teman korban. Prosesi pemakaman ARK berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, dengan dihadiri keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Kasus ini kemudian ditangani Polres Bogor untuk mengungkap secara menyeluruh kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia. Sebelumnya, kepolisian menyatakan masih mendalami kronologi, mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Bupati Bogor Datangi Keluarga Korban
Di tengah suasana duka, Bupati Bogor Rudy Susmanto mendatangi RSUD Cibinong pada Senin pagi setelah melaksanakan salat Subuh berjemaah. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga almarhum.
Dalam kunjungan sebelumnya, Rudy menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor menanggung biaya penanganan hingga pemulangan jenazah ke rumah duka. Ia meminta keluarga untuk berfokus mengurus almarhum tanpa terbebani persoalan biaya tersebut.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Tentunya kita sama-sama pecinta sepak bola. Sepak bola mengajarkan kebersamaan dan kekuatan tim,” ujar Rudy.
Ia juga berharap peristiwa yang merenggut nyawa remaja tersebut menjadi bahan perenungan bagi semua pihak, khususnya masyarakat dan suporter sepak bola, agar nilai persaudaraan tetap dijaga.
Sepak bola mempertemukan banyak orang dengan kecintaan yang sama terhadap sebuah tim. Namun, semangat mendukung klub seharusnya tetap berjalan seiring dengan penghormatan terhadap keselamatan dan kehidupan sesama.
Kini, keluarga ARK telah menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Publik masih menantikan keterangan resmi Polres Bogor untuk mengetahui secara jelas kronologi kejadian dan perkembangan penanganan kasus tersebut.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terprovokasi, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pengungkapan perkara secara menyeluruh diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga korban sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.














Respon (1)