DINEWS.ID – Sekilas, kue tradisional dari Moldova bernama baba neagră memiliki penampilan yang mengingatkan pada bolu karamel sarang semut dari Indonesia. Keduanya sama-sama berwarna gelap dengan tekstur berpori. Namun, di balik tampilannya yang mirip, kedua kue ini memiliki bahan dan teknik pembuatan yang berbeda.
Baba neagră merupakan kue tradisional Moldova yang dikenal dengan warna cokelat sangat gelap, tekstur padat tetapi berongga, serta bagian dalam yang menyerupai spons. Kue ini terutama dikenal di wilayah utara Moldova, termasuk kawasan sekitar Bălți dan Soroca.
Sementara itu, bolu karamel sarang semut merupakan salah satu kue yang dikenal di Indonesia. Ciri khasnya adalah rongga-rongga pada bagian dalam yang menyerupai sarang semut. Warna cokelatnya berasal dari gula yang dilelehkan hingga menjadi karamel.
Kemiripan warna dan tekstur membuat keduanya menarik untuk dibandingkan. Meski demikian, penampilan yang serupa tidak serta-merta menunjukkan bahwa kedua kue tersebut memiliki asal-usul atau resep yang sama.
Mengenal Baba Neagră, Kue Tradisional Moldova
Mengutip TasteAtlas, baba neagră merupakan kue tradisional Moldova yang kerap disajikan dalam berbagai kesempatan penting. Kue ini dapat ditemukan dalam acara keluarga, pernikahan, peringatan kematian, hingga perayaan musiman.
Dalam tradisi setempat, baba neagră juga dapat disajikan bersama baba albă, kue pendamping yang memiliki warna lebih terang. Keduanya menjadi bagian dari sajian tradisional yang dikenal dalam budaya kuliner Moldova.
Salah satu ciri paling menonjol dari baba neagră adalah warnanya yang sangat gelap. Warna tersebut tidak hanya berkaitan dengan bahan yang digunakan, tetapi juga dengan reaksi bahan-bahan selama proses pemanggangan yang berlangsung lama.
Resep yang dijelaskan TasteAtlas menggunakan sepuluh butir telur, gula, tepung, susu cair, minyak bunga matahari, kefir atau krim asam, serta soda kue yang dilarutkan dalam cuka.
Kombinasi bahan tersebut menghasilkan adonan dengan karakter berbeda dari bolu karamel yang umum dikenal di Indonesia. Produk susu fermentasi seperti kefir atau krim asam menjadi bagian penting dalam komposisi resep tersebut.
Proses memasaknya juga tidak sebentar. Adonan dimasukkan ke dalam panci besi yang ditutup, kemudian dipanggang selama sekitar 90 menit pada suhu 200 derajat Celsius dan dilanjutkan selama 90 menit pada suhu 150 derajat Celsius.
Teknik pemanggangan yang panjang dan menggunakan wadah tertutup ini menjadi salah satu hal yang membedakan baba neagră dari bolu karamel sarang semut.
Mengapa Baba Neagră Bisa Berwarna Gelap?
Warna gelap baba neagră menjadi salah satu daya tariknya. Menurut penjelasan TasteAtlas, warna tersebut berkaitan dengan interaksi soda kue dan produk susu fermentasi, disertai proses pemanggangan yang berlangsung lama.
Bagian dalamnya memiliki tekstur berpori dan menyerupai spons. Karakter ini membuat baba neagră sekilas mengingatkan pada bolu sarang semut yang juga memiliki rongga-rongga di dalam kue.
Namun, kemiripan tekstur tersebut tidak berarti proses pembentukan rongganya identik. Bahan, komposisi adonan, dan teknik pemanggangan kedua kue berbeda.
Pada baba neagră, warna gelap terbentuk melalui kombinasi bahan dan proses pemanggangan yang panjang. Sementara itu, pada bolu karamel sarang semut, gula yang dilelehkan menjadi karamel merupakan bagian penting dalam pembentukan warna dan cita rasa khasnya.
Bolu Karamel Sarang Semut, Kue Berongga Khas Indonesia

Bolu karamel sarang semut dikenal karena bagian dalamnya memiliki lubang-lubang yang menyerupai sarang semut. Kue ini juga memiliki warna cokelat, rasa manis khas karamel, serta tekstur yang lembut dan kenyal.
Dalam artikel resepnya, Frisian Flag Indonesia menyebut bolu karamel sebagai salah satu kue yang dapat dibuat untuk berbagai acara. Proses pembuatannya diawali dengan melelehkan gula hingga menjadi karamel, kemudian mencampurkannya dengan bahan-bahan lain sebelum dipanggang.
Berbeda dengan baba neagră, resep bolu karamel sarang semut menggunakan larutan karamel sebagai salah satu komponen utamanya. Bahan pengembang seperti soda kue dan baking powder juga digunakan dalam resep yang dibagikan Frisian Flag Indonesia.
Bagi yang ingin mencoba membuatnya, berikut resep bolu karamel sarang semut berdasarkan artikel resmi Frisian Flag Indonesia.
Resep Bolu Karamel Sarang Semut ala Frisian Flag
Bahan-bahan
- 200 gram gula pasir
- 225 ml air panas
- 75 gram mentega
- 100 ml Frisian Flag Krimer Susu Kental Manis Gold
- 90 gram tepung terigu
- 25 gram tepung maizena
- 4 butir telur
- 1 sendok teh soda kue
- 1/2 sendok teh baking powder
Cara membuat
- Panaskan oven hingga mencapai suhu 180 derajat Celsius. Siapkan loyang berbentuk cincin, olesi dengan mentega, lalu taburi bagian dalamnya dengan sedikit tepung terigu.
- Masak gula pasir di atas api sedang sambil terus diaduk hingga meleleh dan berubah menjadi cokelat tua.
- Tambahkan air panas secara perlahan ke dalam karamel. Aduk hingga gula larut, kemudian biarkan larutan mendidih dan sedikit mengental. Angkat dan dinginkan hingga mencapai suhu ruang.
- Setelah larutan karamel dingin, masukkan mentega cair dan Frisian Flag Krimer Susu Kental Manis Gold. Aduk hingga semua bahan tercampur rata.
- Di wadah terpisah, kocok telur menggunakan mixer dengan kecepatan sedang hingga rata.
- Ayak tepung terigu, tepung maizena, soda kue, dan baking powder. Masukkan campuran bahan kering tersebut ke dalam telur secara bertahap sambil diaduk hingga tidak menggumpal.
- Tuangkan larutan karamel sedikit demi sedikit ke dalam adonan. Aduk menggunakan spatula hingga seluruh bahan tercampur rata.
- Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah disiapkan. Panggang pada suhu 180 derajat Celsius selama sekitar 40 menit.
- Setelah matang, keluarkan kue dari oven dan biarkan dingin sebelum dilepaskan dari loyang. Potong sesuai selera dan sajikan.
Resep ini menggunakan gula pasir yang dilelehkan hingga menjadi karamel, kemudian dicampurkan dengan bahan lainnya. Proses tersebut menjadi salah satu ciri utama yang membedakan bolu karamel sarang semut dari baba neagră.
Sama-sama Gelap dan Berpori, tetapi Bukan Kue yang Sama
Jika dilihat dari penampilannya, baba neagră dan bolu karamel sarang semut memang memiliki beberapa kemiripan. Keduanya berwarna gelap dan mempunyai tekstur berongga pada bagian dalam.
Akan tetapi, perbedaan bahan dan cara pengolahannya cukup jelas. Bolu karamel sarang semut mengandalkan gula yang dilelehkan menjadi karamel, sedangkan baba neagră menggunakan kombinasi telur, gula, tepung, susu, minyak, produk susu fermentasi, dan soda kue.
Teknik memasaknya pun berbeda. Resep bolu karamel Frisian Flag menggunakan oven bersuhu 180 derajat Celsius selama sekitar 40 menit. Adapun resep baba neagră yang dijelaskan TasteAtlas menggunakan panci besi tertutup dan proses pemanggangan bertahap selama total sekitar tiga jam.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa karakter sebuah kue tidak hanya ditentukan oleh warna atau bentuknya. Komposisi bahan, reaksi selama proses memasak, dan teknik pemanggangan turut membentuk tekstur serta penampilan akhir.
Dengan demikian, baba neagră dapat disebut memiliki kemiripan visual dengan bolu karamel sarang semut Indonesia, tetapi keduanya merupakan kue dengan resep dan tradisi kuliner yang berbeda. Kemiripan itu menjadi hal menarik untuk mengenal lebih jauh kekayaan kuliner dari dua negara tanpa menyamakan asal-usulnya.







